SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
SELAMAT JALAN SRI PADUKA: Jenazah Sri Paduka Paku Alam (PA) IX saat disemayamkan di Bangsal Sewotomo Pura Pakualaman, tadi malam.
DARI pertemuan keluarga, disepakati, pemakaman Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam IX dilaksanakan Minggu (22/11). Jenazah akan diberangkatkan dari Pura Paku Alaman pada pukul 12.30 WIB.Kawedanan Ageng Budoyo Pariwisoto KPH Indro Kusumo menyebutkan, jenazah akan dimakamkam di Pemakaman Kagungan Dalem, di Kaligintung Temon, Kulonprogo
“Ada upacara adat dimulai sebelumnya. Sampai di sana (kompleks pemakaman,red) masuk di masjid untuk yang mau mensalatkan dan persiapan be-rikutnya. Baru dimakamkan,” katanya kepada wartawan, tadi malam.Dijelaskan, jenazah dimakam-kan di trap atau tingkatan bagian tengah. Karena bagian atas su-dah terdapat makam PA V, VI, VII dan PA VIII. Sedangkan dua tempat tersisa juga disebutkan diperuntukkan untuk dua kera-bat Paku Alam IX.”Di kompleks atas tinggal dua, dicadangkan untuk Mbakyu Gondo dan Probo. Beliau (PA IX) membuat agak di tengah. Dalam trap ada trap istirahat, di situ nanti belok kiri. Sedangkan Garwo beliau (istri, permaisuri,red) sudah lebih dulu,” terangnya.
Selesai persiapan, katanya, dalam adat Jawa ada yang na-manya Gelu. Yaitu tanah yang dibentuk bulat seperti bola. “Itu tidak dimasukkan peti. Tapi nanti kalau sudah akan di-makamkan,” imbuhnya.Mengenai waktu pemakaman, Indro menuturkan, dari ke luarga diperkirakan akan dilaksanakan sekitar pukul 15.00 WIB. “Menge-jar sebelum Asar. Sebelumnya memberi kesempatan jam 11.55 adzan Duhur, selesai upacara adat 12.30 WIB diberangkatkan,” paparnya.
Mengenai upacara adat, hanya akan dilaksanakan Tlusupan. Yaitu tiga putra dan lima cucu tlusupan (berjalan di kolong) di bawah keranda jenazah almarhum. Setelah itu dibacakan doa dan tidak ada sambutan. “Untuk wasiat, beliau tidak ada. Beliau waktu hanya pernah mengatakan ingin seperti Almarhum PA VIII yang sampai akhir hayat. Yaitu ber takhta sampai akhir hayat,” ujarnya.Ia juga mengatakan, tidak semua putra PA IX akan mengantarkan sampai ke pemakaman. Salah seorang yang akan tetap berada di Pura Paku Alaman adalah putra pertama atau Putra Mahkota. “Yang mengantarkan antara lain saya dan dua putra beliau. Disarankan harus ada yang di sini supaya kalau ada yang di-tanyakan informasinya jelas. Tanya kalau bukan yang ber-kompeten malah tidak baik,” imbuhnya.
Beberapa kerabat dan ke luarga Paku Alam sudah banyak yang mulai berdatangan. Meski de-mikian, kata Indro, kerabat yang berada di luar kota akan tiba hari ini. “Ini kan akhir pekan, cari tiket susah. Paling tidak perwakilan kerabat di Jatim, Surabaya datang. Bandung, Jakarta dan Bali mung-kin besok pagi,” jelasnya. Sementara itu, keluarga Kera-ton Ngayogyakarta Hadiningrat beberapa sudah datang ber-takziah. Di antaranya, GBPH Prabukusumo, KGPH Hadi winoto dan GBPH Yudhaningrat. ” Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X) besok akan hadir. Juga Mendagri me-wakili Presiden dan juga Me nteri Agama,” bebernya.
Mengenai pemakaian pakaian adat dalam prosesi pemakaman, dijelaskan, kerabat diminta meng-gunakan pakaian Jawi Jangkep. Jawi Jangkep itu maksudnya harus mantap. “Pakai gaya Jogja ya jangkep. Jangan pakai surjan, kerisnya gaya Solo. Itu sudah nak pener. Walaupun dalam laya-taan tidak seharusnya pakai ke-ris. Tapi sebagai melengkapi pakaian Jawi Jangkep lengkap menggunakan keris hanya pe-lengkap. Bukan untuk sipat kandel,” terangnya. (riz/pra/ong)