JOGJA- Wakil Gubernur DIJ yang juga Raja Pura Pakualaman, Sri Paduka Paku Alam (PA) IX me ng-hembuskan nafas terakhir Sabtu (21/11) pukul 15.10 WIB di RSUP Dr. Sarjito Jogjakarta. Paku Alam IX berpulang pada usia 78 tahun
Kepala Humas RS Sarjito, Trisno Heru Nugroho mengatakan, se-belum meninggal, Paku Alam sempat dirawat di ICU sejak 16 November lalu. Dan sempat pula dirawat di ruang Amarta VVIP pada tanggal 6 November. “Namun karena kondisi semakin kritis, Pakualam IX kemudian dipindahkan ke ICU pada 16 November,” katanya. Sekitar pukul 16.30 WIB, je-nazah dipindahkan ke Ruang Instalasi Forensik RS. Sardjito.
grafis-PA-IX
Tampak juga saat itu, putra mahkota KBPH Suryodilogo yang berada di kamar jenazah. Se kitar pukul 17.45 WIB, jenazah di-bawa dengan mobil ambulance Pemprov DIJ berplat AB 1860 UA. Rombongan sampai di Pura Paku Alaman pukul 18.10 WIB. “Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Paku Alam IX mengalami gangguan per-nafasan,” tambahnya.
Direktur RSUP Dr Sarjito, Mohammad Syafak Hanung menambahkan, pada 16 November lalu, Paku Alam masuk ke ruang ICU dan lang-sung dipasang alat bantu per-nafasan. Hal tersebut dikarena-kan Paku Alam IX mengalami gangguan pernafasan akut.”Beliau mengalami ganguan pernafasan akut. Selasa (17/11) pagi masih dapat berkomuni-kasi. Tapi siangnya, kondisi kurang baik dan harus memakai alat bantu pernafasan, ventilator. Obat disesuaikan dengan kondisi,” katanya pada wartawan di depan kamar Jenazah, Sabtu (21/11).
Dikatakannya, pada 17 November kondisi Paku Alam IX masih bisa diajak berkomunikasi. Tim dokter bahkan sempat mengajak berdoa dan Paku Alam IX masih bisa menga-mini. “Saya berkunjung itu lalu berdoa bersama, beliau masih bisa mengamini,” tambahnya.
Dia menjelaskan, Paku Alam IX memang sudah rutin datang ke RSUP Dr Sarjito untuk melakukan kontrol kesehatan. Keluhan gang-guan beberapa waktu terakhir, karena gangguan pernafasan. Sebelumnya, Paku Alam dirawat pada Minggu (15/11) sore dan langsung mendapat perawatan ICU gangguan per-nafasan akut. “Selama bulan November ini sudah dua kali ke Sardjito. Dan sudah dirawat oleh dokter bagian paru dan syaraf yang sebelumnya biasa menangani,” terangnya.
Selepas Magrib, jenazah dibawa dengan mobil ambulance milik Pemprov DIJ untuk di semayamkan di Bangsal Sewotomo. Hingga tadi malam, ratusan masyarakat dan tokoh di DIJ, berdatangan untuk mensalatkan. Beberapa kerabat Keraton Jogja dan peja-bat Pemprov di DIJ, juga tampak berdatangan.Menurut adik kandung PA IX, Kanjeng Pangeran Hario (KPH) Condrokusumo, kakaknya sudah seminggu terakhir ini dirawat di RSUP dr Sardjito karena sakit paru-paru.
Menurut Kanjeng Condro, kesehatan kakaknya mulai drop seiring dengan ke-sibukannya sebagai Wagub DIJ. Pada 2 November 2015, PA IX mewakili Gubernur DIJ mem-bacakan jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna di DPRD DIJ, hampir selama satu jam. Ke esokan harinya, PA IX menerima kun-jungan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend di kantor Wagub. Setelah itu, PA IX kontrol di RSUP dr Sardjito dan diminta mondok. “Sakit parah ya baru kali ini, empat-lima hari terus dibawa ke ICU,” jelasnya.
Hal yang sama diungkapkan kerabat PA IX KPH Kusumo Pa-rastro. Menurut dia, sakit yang diderita PA IX terutama di suku atau kaki. Hal itu pula yang mem-buat PA IX harus dibantu dengan tongkat untuk berjalan. Meskipun begitu, PA IX sudah sering kontrol ke RS. “Kalau keluhan lain tidak, paling ya sakit di suku itu,” ujarnya.
KPH Kusumo Parastro yang juga menjadi penghageng di urusan pambudidoyo tersebut menambahkan, sebenarnya pada Sabtu siang, para sentono sepuh dan keluarga sudah be-rembug untuk menunjuk pe lak-sana harian Kadipaten Paku Alam, selama PA IX sakit. Hasilnya, putra tertua PA IX, Kanjeng Bendoro Pangeran Hario (KBPH) Suryodilogo, ditunjuk sebagai pelaksana harian tugas Adipati di Kadipaten Paku Ala-man. “Baru tadi siang (kemarin) rapat, kan PA IX gerah, secara struktur dan fungsional, beliau (KBPH Suryodilogo) juga seba-gai pangeran pati,” jelasnya.
KPH Kusumo Parastro menam-bahkan, sebenarnya pada Desember mendatang akan di-gelar acara tumpak ageng, atau peringatan 10 windu PA IX, dengan perhitungan kalender Jawa. Almarhum merupakan putra KGPAA Paku Alam VIII dengan permaisuri KBRAy. Purnama-ningrum. Pada 26 Mei 1999 di-nobatkan sebagai KGPAA Paku Alam IX menggantikan mendi-ang ayahnya KGPAA Paku Alam VIII. Pada 2003 PA IX diangkat menjadi wakil Gubernur DIJ mendampingi Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur.PA IX yang memiliki nama asli BRM Ambarkusumo tersebut lahir 7 Mei 1938. Istrinya, Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati Paku Alam sudah me-ninggal terlebih dahulu pada 2011 lalu. PA IX memiliki tiga putra, yaitu KBPH Suryodilogo, Bendoro Pangeran Hario (BPH) Wijoseno dan BPH Danardono Wijoyo.
Lebih jauh dikatakan, jenazah akan dimakamkan di makam keluarga Paku Alaman, Astana Girigondo, Kulonpropo. “PA V, VI, VII, VIII dan IX semua ada di sana,” katanya.
Makamnya akan berada ber-dampingan dengan garwa dalem yang telah meninggal sebelumnya. Namun posisinya, kata Parasto, akan lebih di bawah dibanding PA V, VI, VII dan PA VIII. “Areanya di situ, tapi untuk PA IX agak di bawah di samping makam garwa dalem. Tanahnya memang padas, sehingga sudah agak lama di-persiapkan,” terangnya.
Mengenai waktu pastinya, ia menyebutkan masih menunggu rapat keluarga.Sementara itu Sekprov DIJ Ich-sanuri mengatakan, rencananya Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo yang akan mewakili Pre-siden Joko Widodo, untuk me lepas jenazah di Puro Pakualaman ke pemakaman Girigondo yang ter-letak di Kaligintung Temon Kulonprogo. (riz/pra/jko/ong)