AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA

SEMANGAT: Kasi Dikmas Dikyasa Ditlantas Polda DIJ Kompol Sulasmi melakukan sosialiasi kepada peserta kemah Perkemahan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara (Persabhara) di Secang, Pengasih.

JOGJA – Direktorat Lalu Lintas Polda DIJ mengajak 240 anggota Pramuka tingkat SMA se-Jogjakarta menjadi agen keselamatan berlalu lintas. Ajakan tersebut menyusul masih banyak anak muda yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
Pemicunya, mereka kerap melanggar rambu dan anjuran tertib berlalu lintas seperti tidak mengenakan helm, ngebut, tidak menyalakan lampu utama, mengganti ban dari ukuran standar, tidak memasang rem, dan melanggar marka jalan.
“Tindakan melanggar lalu lintas dapat membahayakan jiwa diri sendiri dan orang lain. Jika ingin selamat maka taati dan patuhi aturan lalu lintas. Jangan ngebut,” kata Kasi Dikmas Dikyasa Ditlantas Polda DIJ Kompol Sulasmi saat memberikan sosialiasi kepada peserta kemah Perkemahan Satuan Karya Pramuka Bhayangkara (Persabhara) di Secang, Pengasih, Kulonprogo beberapa waktu lalu.
Pada kesempatan tersebut polisi lalu lintas menyampaikan berbagai perilaku pengemudi yang bisa membayakan keselamatan seperti mengemudi sambil menggunakan handphone, ngebut, melanggar marka, menerobos lampu merah, dan tidak kosentrasi atau tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas sekitar. “Kalau mengemudi fokus. Jangan menoleh ke kiri dan kanan. Jika ingin melihat situasi kendaraan di belakang cukup melalui spion,” terang Sulasmi.
Dalam acara tersebut, hadir pula Dr Wibowo dari RS Bhayangkara Jogjakarta. Ia menyampaikan bagaimana menangani atau menolong korban kecelakaan dengan cara yang benar. Sebab, pertolongan pertama pada korban kecelakaan harus dilakukan secara hati-hati. “Jangan sampai korban kecelakaan yang ditolong bertambah parah karena salah memberikan pertolongan,” kata Wibowo. (mar/din/ong)