AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
SATUKAN LANGKAH: Rapat koordinasi PR Jasa Raharja bersama mitranya BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Dinas Kesehatan DIJ yang digelar Jumat (20/11).

JOGJA – PT Jasa Raharja semakin intensif menjalin kerjasama dengan instansi lain. Perusahaan BUMN ini menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama mitranya di kantornya, Jumat (20/11). Yakni, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Dinas Kesehatan DIJ.
Jasa Raharja sekaligus mengadakan sosialisasi teknis penyelenggaraan koordinasi manfaaat implementasi jaminan kesehatan kepada seluruh rumah sakit se-Jogjakarta, klinik, puskesmas, dan PMI.
Kepala PT Jasa Raharja DIJ I Ketut Suardika mengatakan, Jasa Raharja kembali menegaskan pentingnya koordinasi manfaat jaminan kesehatan bagi masyarakat oleh Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Dinas Kesehatan DIJ.
Apabila ada pasien korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum yang dirawat di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan puskesmas maka biaya perawatan pasien akan dijamin oleh Jasa Raharja. “Nilai jaminan sampai dengan batas maksimal yaitu Rp 25 juta untuk angkutan udara dan Rp 10 juta untuk korban angkutan darat dan lain,” kata Suardika, kemarin.
Apabila biaya perawatan melebihi batas maksimal, sisanya akan ditanggung oleh BPJS. Itu bila pasien terdaftar sebagai pemegang kartu BPJS. Apabila pasien belum terdaftar sebagai peserta BPJS, pemerintah daerah akan ikut menjamin melalui Program Jaminan Semesta (Jamkesos/Jamkesda). “Itu bila pasien dari keluarga tidak mampu,” tambah Suardika.
Suardika menambahkan, alur penjaminan sangat mudah. Korban atau keluarga cukup melaporkan kasus kecelakaan lalu lintas tersebut 1 kali 24 jam ke kepolisian terdekat dan Jasa Raharja terdekat, selanjutnya, petugas Jasa Raharja segera mendatangi pasien korban laka lantas untuk menyampaikan hak nya sebagai korban lantas sekaligus menerbitkan Surat Jaminan Biaya Perawatan.
Apabila pasien diluar Jaminan Jasa Raharja (Kecelakaan Tunggal), Jasa Raharja akan segera menerbitkan Surat Keterangan Tidak Terjamin Jasa Raharja untuk diteruskan kepada BPJS atau Jamkesos/Jamkesda. “Prinsipnya, tidak ada satupun korban kecelakaan lalu lintas yang tidak tersentuh Jasa Raharja. Semua korban laka lantas berhak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja,” tegas Ketut.
Suardika berharap Rumah Sakit agar 1 kali 24 jam segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian dan Jasa Raharja terkait adanya pasien yang dirawat atau masuk IGD karena mengalami kecelakaan. Tujuannya agar korban segera mendapat jaminan kesehatan dari Jasa Raharja maupun BPJS dan Jamkesos/Jamkesda.
Imbauan ini juga ditujukan kepada masyarakat supaya melaporkan bila ada kasus kecelakaan lalu lintas kepada kepolisian dan Jasa Raharja terdekat. “Semangat kami (Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Kesehatan) sama, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya korban kecelakaan lalu lintas dan penumpang umum, serta menjadi Pelopor Pelayanan Terpadu, dari Jogja untuk Indonesia yang semakin istimewa,” jelasnya.
Menurutnya, ini bukan hanya slogan dan pencitraan tetapi hadir untuk melayani dan mengabdi dengan semangat Proaktif, Ramah, Ikhlas, Mudah, dan Empati. Dengan begitu diharapkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan semakin memuaskan. Terlebih lagi pelayanannya sudah melibatkan semua pihak. (mar/din/ong)