BANTUL – Sekretaris DPC PPP Bantul Eko Sutrisno Aji bersuara keras mendesak kepolisian menangkap para pelakunya kerusuhan. Itu mengingat, salah satu korban insiden kerusuhan adalah Ketua DPC PPP Bantul Bariq Ghufron yang hingga kemarin masih menjalani perawatan intensif di RSUD Panembahan Senopati.
“Banyak korban. Apalagi juga ada anggota polres yang menjadi korban,” tegasnya.
Menurutnya, tidak begitu sulit untuk mengungkap dan mengamankan para pelakunya. Terlebih saat kejadian banyak personel Polres Bantul yang berada di arena kampanye terbuka.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Bantul Kusbowo Prasetyo menyerahkan penanganan insiden kerusuhan kepada aparat berwajib. “Untuk berbagai kerusakan akan kita ganti. Termasuk biaya perawatan juga kita ganti,” jelasnya.
Menurutnya, parpol pengusung dan pendukung Sri Surya Widati-Misbakhul Munir telah melakukan konsolidasi internal pasca-insiden kerusuhan. Parpol pengusung dan pendukung ini juga masih solid, meskipun ada kerusuhan yang melibatkan massa sesama pendukung.
“Tidak ada yang saling menyalahkan. Kalau urusannya dengan massa memang sulit,” ucapnya.
Sementara itu, kondisi kesehatan Ketua DPC PPP Bantul Bariq Ghufron berangsur membaik. Memar-memar di sejumlah bagian tubuhnya mulai menghilang. Namun demikian, bekas anggota DPRD Bantul periode 2009-2014 hingga kemarin (23/11) masih menjalani perawatan intensif.
Kondisi ini dimanfaatkan kedua pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) untuk membesuk politikus PPP asal Wirokerten, Banguntapan itu.
Pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih datang lebih dahulu. Ditemani sejumlah tim sukses, pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKB ini sekitar pukul 11.30 WIB datang ke ruang rawat inap paviliun Edelweis.
Ditemui usai membesuk, Suharsono mengaku ikut prihatin dengan insiden kerusuhan kampanye terbuka pasangan Sri Surya Widati-Misbakhul Munir. “Ikut berempati dan bersimpati dengan kejadian ini,” ucap Suharsono.
Seharusnya, kata Suharsono, insiden kerusuhan saat kampanye terbuka tak perlu terjadi. Terlebih, melibatkan sesama pendukung dan warga Bantul sendiri. “Perbedaan dukungan dalam pilkada sangat wajar. Tetapi, kita harus bisa saling menghargai,” tandasnya.
Karena itu, Suharsono meminta para pendukungnya untuk menghindari gesekan antarpendukung pada kampanye terbuka Minggu (29/11) mendatang.
Tak berselang lama usai Suharsono-Halim meninggalkan RSUD, giliran rombongan Sri Surya Widati yang membesuk Bariq. Ikut mendampingi, Ida, sapaan akrab Sri Surya Widati, Ketua DPC PDIP Aryunadi, Sekretaris DPC PDIP Kusbowo Prasetyo, dan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bantul Timbul Harjana. (zam/ila/ong)