DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
BUKTIKAN: Para atlet dan pelatih sepatu roda DIJ didampingi Ketua Umum Pengda (Perserosi) DIJ GKR Bendara berfoto bersama Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo dan pengurus KONI DIJ lainnya.
JOGJA-Pengda Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) DIJ bertekad mendulang prestasi di Pra PON 2015 ini. Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, didukung stamina atlet yang prima serta kesiapan atlet yang lebih matang, 12 atlet sepatu roda DIJ siap berjuang di Pra PON sepatu roda pada 3-6 Desember di Bandung, Jawa Barat.
Optimisme ini disampaikan Ketua Umum Pengda (Perserosi) DIJ GKR Bendara saat berpamitan kepada Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo dan pengurus lainnya.”PON lalu kami tidak berhasil meraih apa-apa, tapi sekarang kami optimis dengan materi atlet yang lebih matang dan persiapan yang panjang,”ujarnya di Kantor KONI DIJ, Selasa (24/11).
GKR Bendara mengatakan, waktu persiapan cukup panjang, bahkan training camp sudah dilakukan sejak bulan September 2015. Meskipun ternyata jadwal Pra PON yang tadinya akan digelar di bulan Oktober diundur menjadi bulan Desember.
Ditambahkannya, 12 atlet yang dipersiapkan juga tidak hanya berlatih teknik saja namun juga digembleng secara fisik. Bahkan, untuk puslatda Pra PON kali ini Pengda Perserosi memanggil ahli gizi untuk memperbaiki stamina para atlet.”Pengecekan awal banyak ditemui masalah, selama training camp anak-anak dikontrol dan perbaikan gizi, hasilnya stamina anak-anak menunjukkan peningkatan,”ujarnya.
Sebanyak 12 atlet yang akan berangkat terdiri dari 6 atlet putri yakni Aradhana Wikanestri, Chalila Addinawati, Inggrit Nur Rahmani, Anindya Wening Melati, Anggit Nur Malik, Nadhila Afiati, dan 6 atlet putra yakni Bayu Aji Saputra, Gabriel Tito Batistuta, Sugeng Lasono, Ardhiano Reza, Bayu Ridho dan Muhammad Damar S. Mereka akan mengikuti 16 nomor yang dipertandingkan, antara lain 300 meter ITT, 10.000 meter Elim , 1.000 meter ITT, 15.000 meter Elim dan juga marathon 42 km.
Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo berpesan agar jangan muncul keraguan untuk berjuang. Raih prestasi sebaik mungkin di Pra PON kali ini, pasalnya, belum tentu Pra PON yang akan datang mereka mendapat kesempatan lagi.”Ini kesempatan emas, jangan disia-siakan. Dapat perak atau perunggu tidak apa-apa, tapi nanti saat PON dikejar lagi agar bisa dapat emas,”pesannya.(dya/din/ong)