JOGJA—Tim bulutangkis putra DIJ berhasil memenuhi target dengan merebut tiga kuota PON 2016. Hasil itu diraih setelah berlaga di babak kualifikasi atau Pra PON Bulutangkis Wilayah III di Banten yang berlangsung 20-23 November lalu.
Manajer Tim Bulutangkis DIJ Vierman Suryanto mengatakan, tim putra DIJ dipastikan lolos PON 2016 di Jawa Barat mendatang untuk nomor tunggal putra dan ganda putra. “Nanti formasinya seperti apa, akan kami lihat materi atletnya. Yang jelas satu akan diisi M Rian Ardiyanto yang saat ini juga masuk pelatnas,”ujarnya, Senin (23/11).
Kondisi tersebut berbanding terbalik bagi tim putri DIJ yang terpaksa mengundurkan diri. Aksi ini dilakukan sebagai aksi protes kepada PP PBSI karena dua atlet putri atas nama Maretha Dea Giovani dan Rosyita Eka Putri tidak bisa ambil bagian dalam even tersebut. Sebab, dalam waktu bersamaan, dua atlet DIJ yang sedang berada di Pelatnas dikirim PP PBSI untuk mengikuti single event di Hongkong dan Macau. “Sebelumnya kami sudah melakukan berbagai upaya solusi yang bersifat win win agar dua atlet DIJ itu bisa bermain di Pra PON, namun keduanya tetap tidak mendapat ijin,”ujar Ketua Umum Pengprov PBSI DIJ Koesdarto Pramono.
Koesdarto mengatakan, salah satunya solusi yang diajukan yakni pengunduran waktu pelaksanaan Pra PON Wilayah III khusus untuk putri. Namun, hingga jadwal bertanding tiba, belum juga ada jawaban bahkan pertandingan putri tetap dilaksanakan. Padahal, peserta pun hanya dari dua kontingen saja, yakni Bali dan Banten.
Kontingen Kalimantan Barat memang sudah mengkonfirmasi sejak awal bahwa mundur karena tidak memiliki atlet, sementara NTB mengundurkan diri karena kekuatan atletnya tidak maksimal. “Upaya kami tidak berhenti begitu saja. Sampai detik ini kami meminta agar Pra PON Wilayah III khusus putrid dianulir, dan mengatur jadwal baru. Hingga Desember kami rasa masih memungkinkan untuk digelar Pra PON,”paparnya.
Protes yang dilancarkan Pengprov PBSI DIJ ini bahkan sudah sampai ke KONI Pusat. Tujuannya agar Pra PON Wilayah III Bulutangkis khusus putri dijadwalkan ulang. “Saat mendengar kabar itu kami juga terkejut. Sejak awal puslatda berlangsung kami juga memonitor secara intens. Karena kita berharap DIJ bisa mencatat sejarah karena skuad putri saat ini dalam kondisi yang sangat bagus,”ujar Ketua Bidang Binpres KONI DIJ Agung Nugroho saat menerima Pengprov PBSI DIJ ke Kantor KONI DIJ.
Menurutnya, pihak Pengprov PBSI DIJ juga bisa mengajukan alternatif lain yakni keduanya agar mendapat wildcard. Karena, keduanya telah membela negara di kejuaraan internasional saat Pra PON berlangsung secara bersamaan. Sehingga mereka tetap bisa tampil di PON 2016. “Masa sudah membela tanah air tapi mereka tersingkir dari PON. Ini sungguh tidak fair,”ujarnya.(dya/din/ong)