JOGJA – Penghargaan di bidang lingkungan hidup, Anugerah Adipura yang telah diraih tujuh kali, kembali gagal mampir ke Kota Jogja. Sumber masalahnya, masih sama dengan tahun lalu. Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan.
Kegagalan Kota Jogja menyabet Anugerah Adipura ini, mengulang tahun 2014. Kota Jogja pun hanya bisa mendapatkan plakat Adipura untuk kategori terminal.Plakat Adipura ini merupakan kasta terendah. Tingkatannya, setelah plakat, sertifikat, anugerah, baru yang terbaik Adipura Kencana.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengaku, target untuk minimal mengulang tahun 2013 dengan mendapatkan Anugerah Adipura kembali gagal. “Akan kami evaluasi. Kalau memang sampah, ya harus dibicarakan dengan provinsi, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul,” ujar HS di sela Rapat Paripurna di gedung DPRD Kota Jogja, kemarin (24/11).
Ia mengungkapkan, masalah sampah tak bisa hanya diselesaikan Kota Jogja. Sebab, Kota Jogja tak mengelola sampah mandiri. “Harus berkoordinasi,” jelas HS.
Untuk tahun ini, menurut HS, tata lingkungan di Kota Jogja sudah baik. Baik di fasilitas umum maupun lingkungan hidup private di masyarakat. Yang masih menjadi persoalan hanya sampah. “Tahun ini harus diperbaiki. Kami bertekad bisa mengulangi Anugerah Adipura tahun depan,” tandasnya.
Plakat Adipura diterima langsung Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja, Aman Yuriadijaya. Selain Kota Jogja, Plakat Adipura untuk kategori terminal terbaik juga diraih Kabupaten Sleman dan Kota Tangerang.
Kategori lain yang juga mendapatkan penghargaan Plakat Adipura adalah kategori taman terbaik diraih empat kota, pasar terbaik tiga kota, hutan kota terbaik empat kota, dan TPA terbaik tiga kota.
Setingkat di atasnya, adalah penghargaan Sertifikat Adipura. Penghargaan ini diberikan kepada kota/ibukota kabupaten yang mengalami kenaikan nilai Adipura signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Peraih kota kategori ini ini ada 69 kota.
Rinciannya, satu kota kategori metropolitan, tiga kota kategori kota besar, 18 kota kategori sedang, dan 47 kota kategori kecil. Kemudian di atasnya lagi, Anugerah Adipura untuk 65 kota. Rinciannya, lima kota metropolitan, tiga kota kategori kota besar, 25 kota sedang, dan 32 kota kategori kota kecil.
Penghargaan terbaik, yaitu anugerah Adipura Kencana diserahkan untuk tiga kota. Surabaya merupakan peraih Adipura Kencana kategori kota metropolitan, Balikpapan kota besar, dan Kendari untuk kategori kota sedang.
Adipura periode 2014-2015 tim memantau 357 kota dan ibukota kabupaten di seluruh Indonesia. Salah satu kriteria penilaian yang menjadi fokus utama adalah TPA sampah yang minimal sudah menerapkan sistem controlled landfill atau lahan uruk terkontrol. (eri/jko/ong)