KASUS prostitusi yang melibatkan siswi SMP Negeri di Wonogiri, Jawa Tengah terbongkar karena korban ogah masuk sekolah. Kepada orang tuanya, siswi SMP berinisial AR (14) itu mengaku malu masuk sekolah. AR kemudian meminta kepada orangtuanya untuk pindah sekolah. Alasannya, dia tidak betah lagi sekolah di SMP Negeri di Desa Ngargoharjo, Kecamatan Giritontro.
Orang tua siswi kelas 2 siswi SMP itu curiga. Diam-diam orang tua mencari tahu mengapa anaknya tidak mau pergi sekolah. Setelah ditelusuri, ternyata AR telah menjadi buah bibir di sekolahnya karena kerap melayani pria hidung belang dengan tarif Rp 10 ribu sekali kencan.
Orang tua AR kemudian melaporkan dua pria yang pernah menikmati tubuh anaknya, yakni Alex, 20; dan IR, 17. Polisi pun gerak cepat dan meringkus kedua tersangka.
“Anaknya minta pindah sekolah secara tiba-tiba. Setelah ditelusuri, ternyata korban malu sekolah lagi lantaran telah disetubuhi oleh tersangka,” ujar Kapolres Wonogiri, AKBP Windro Akbar Panggabean kepada wartawan di Mapolres Wonogiri, Selasa (24/11).
Berdasarkan laporan orang tua AR, polisi berhasil menangkap Alex dan IR tersangka pada Senin (23/11). Kedua tersangka dijerat Pasal 81 UU Nomer 35 tahun 2014 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
Berasarkan keterangan tersangka, aksi AR diduga telah berlangsung lama. Tersangka mengaku pertama kali melakukan hubungan intim dengan korban pada Mei dan Juni 2015.
“Anaknya memang sudah sering melakukan begituan. Saya termasuk yang belakangan pak. Justru saya tahunya juga dari teman-teman, termasuk soal harganya,” ungkap Alex, saat diinterograsi polisi. (one/pojoksatu/mas/jpnn)