KULONPROGO – Proyek pembangunan Gedung Kantor Dinas Perhubungan Kulonprogo yang sempat terancam tidak rampung, akhirnya jalan juga. Pihak rekanan terpaksa membuat tiga sift lembur untuk menyelesaikan proyek tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek dari DPU Kulonprogo Jaka Satya Agus Nahrowi menyatakan, pihaknya sudah meminta kepada konsultan pengawas agar melakukan monitor secara ketat proyek gedung Dinas Perhubungan itu.
“Saya minta konsultan pengawas menghitung progresnya, termasuk menghitung kemungkinan apakah pelaksana pekerjaan masih bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ada. Dan dijawab oleh rekanan bisa,” katanya.
Dijelaskan, proses pekerjaan saat ini masih dalam proses pengecoran ringbalek. Untuk kemudian di atasnya bisa dipasang atap dari baja ringan. Sementara di bawah, pemasangan dinding bata juga tengah dikerjakan sambil menyiapkan kusen kayu. “Yang agak lama nanti, pekerjaan finishing. Tetapi bila dikerjakan dengan tenaga kerja yang banyak, mudah-mudahan selesai,” jelas Jaka.
Menurutnya, untuk mengejar target yang dinajikan, rekanan mempekerjakan tenaga siang dan malam, bahkan pada sift malam juga dilakukan secara bergantian. “Saat ini jumlah tenaganya ada 150 orang, mereka bekerja siang malam untuk menyelesaikan proyek tersebut,” tandasnya.
Terpisah, Hamam Cahyadi dari Komisi III DPRD Kulonprogo mendesak DPU agar memonitor ketat pekerjaan proyek menjelang akhir tahun ini. “Kami berharap tidak ada pekerjaan yang terpaksa putus kontrak seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Seperti diketahui, proyek pembangunan Kantor Dinas Perhubungan Kulonprogo di Desa Triharja, Kecamatan Wates nyaris tidak selesai. Hal itu dikarenakan tenaga yang mengerjakannya awalnya sangat minim. Hal itu juga memaksa pemborong mengganti petugas pelaksana di lapangan. (tom/jko/ong)