JOGJA – Kebijakan Pemkot Jogja yang menggratiskan biaya sewa stan dalam perayaan sekaten tahun ini, benar-benar menarik pelaku usaha. Saat pendataan di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja, kemarin (25/11), peminatnya membeludak. Selama sehari mencapai 200 peminat.
Panitia Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) Muhammad Fuad mengaku, peminat stan di PMPS lebih banyak dari tahun lalu. Meski, secara waktu lebih singkat hanya 21 hari. “Karena gtatis, sehingga banyak peminatnya,” kata Ketua Forum Komunikasi Kawasan Alun-Alun Utara (FKKAU) ini.
Saat proses pendataan, calon pengisi stan tidak lagi dipungut biaya sewa. Salah seorang peminat, Wibowo mengaku, tak ada tarikan biaya. “Tadi saat mengambil antrean sudah ditegaskan oleh petugas jika semuanya tanpa biaya dan ada skala prioritas,” kata perajin blangkon dari Sorosutan Umbulharjo ini.
Soal terbatasnya stan dan adanya pemilihan, Wibowo tak mempersoalkan. Apalagi, dirinya juga baru pertama kali mencoba membuka stan di PMPS. “Ya saya serahkan ke panitia. Kalau dapat ya alhamdulillah,” imbuhnya.
Untuk seleksi ini, menurut Fuad, dilakukan dengan banyak pertimbangan. Mulai dari besarnya usaha sampai dengan syarat administrasi. “Yang paling mendapatkan prioritas, yang identik dengan sekaten,” tambahnya.
Untuk persyaratan, setiap penyewa wajib menyertakan fotokopi identitas. Sehingga satu identitas hanya bisa memanfaatkan satu kapling lahan. Selain itu, seluruhnya juga wajib menandatangani surat pernyataan yang dibubuhi dengan materai.
“Kami ingin semua tertib. Bukan karena gratis terus seenaknya. Mulai dari mendirikan stan yang tidak boleh semrawut hingga kepatuhan dalam menutup stan,” tandasnya. (eri/jko/ong)