MAGELANG – Diiringi lagu Terima Kasih Guru, ritual pembasuhan kaki para guru di SMK 17 Kota Magelang dilakukan para muridnya. Ritual ini dilakukan bersamaan peringatan Hari Guru Nasional ke-70. Beberapa guru yang dibasuh kakinya, tak kuasa menahan tangisnya.
“Jarang-jarang ada guru diberi hadiah seperti ini. Ini menjadi momen yang baik bagi kami para guru terus mencintai dan menyayangi. Juga menjadikan mereka anak yang selalu hormat,” ungkap seorang guru SMK 17 Sulityorini kemarin (25/11).
Para guru dibasuh menggunakan air kembang mawar merah putih. Ini menyimbolkan kecintaan anak pada orang tuanya. Usai membasuh kaki, anak-anak mencium tangan guru sebagai tanda bakti. Saat itu, tak sedikit para siswa yang juga menitikkan air matanya.
“Saya ingat kesalahan yang sering saya perbuat. Bapak ibu guru sudah baik pada anak didiknya. Mereka sekuat tenaga agar kami jadi anak-anak yang baik dan pintar,” ungkap Vivi, salah seorang murid.
Usai upacara Hari Guru, Wakil Kepala Sekolah Tri Setyo Nugroho sempat membaca pusi karya WS Rendra berjudul Sajak Batang Lisong. Usai dibacakan, ratusan siswa lain berhamburan keluar sembari membawa bungai berwarna kuning. Kemudian, terdengar lagu Selamat Ulang Tahun milik Band Jamrud. Beberapa siswa maju membawa kue tart lengkap lilin angka 70. Kue diberikan pada para guru.
Kepala Sekolah SMK 17 Magelang Ir Widodo mengatakan, apa yang dilakukan para anak didiknya, merupakan hal yang membanggakan. Saat banyak siswa yang tidak menaruh hormat pada guru, anak didiknya memberikan cara yang baik menghormati mereka.
“Merupakan salah satu cara membentuk karakter siswa menjadi lebih baik,” katanya.(dem/hes/ong)