HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
TANPA TANDA JASA: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan Wakil Bupati (Wabup) Sutedjo mengunjungi guru yang pernah mendidik mereka.
KULONPROGO – Hari Guru Nasional diperingati berbeda di Bumi Binangun, kemarin (25/11). Selain agenda seremonial, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan Wakil Bupati (Wabup) Sutedjo mengunjungi guru yang pernah mendidik mereka. Keduanya rela bersimpuh dan mencium tangan mantan guru-guru mereka.
Wabup Sutedjo mengunjungi lima orang guru yang pernah mengajarnya. Mulai guru SD hingga SMP. Guru pertama yang dikunjungi yakni Saminem, warga Ngrandu RT 25 RW 13 Desa Kaliagung, Sentolo. Kunjungan berikutnya bertemu dengan M Sutjijo, Pardjijo, dan Sugiarti di Desa Jatisarono, Nanggulan. Terakhir mengunjungi Sadarno, warga Desa Wijimulyo, Nanggulan. Keempatnya merupakan guru di SD Negeri 2 Nanggulan.
Sowan pada guru saya. Mengingat pentingnya peran dan andil mereka yang telah mendidik saya,” ucap Sutedjo.
Kepada Saminem, Sutedjo sempat menyampaikan rasa hormatnya. Saat menerima kunjungan mantan muridnya yang kini menjadi orang penting di Kulonprogo, Saminem yang sudah pensiun sepuluh tahun ini, mengaku kaget dan sangat berterima kasih.
Rasa bahagia semakin membuncah saat Wabup Sutedjo menyatakan bangga telah dididik Saminem. “Saat di SMP Pak Tedjo ini anak yang pintar. Pernah juga menjadi lurah teladan, tidak heran saat ini menjadi wakil bupati,” tutur Saminem bangga.
Sutedjo mengaku memiliki banyak kenangan dengan keempat guru SD-nya. Misalnya, saat pramuka, prinsip Dasa Darma Pramuka bisa merasuk betul ke jiwanya. “Tak mungkin saya melupakan jasa bapak dan ibu guru semua,”ucapnya.
Sementara itu, Bupati Hasto mengunjungi Suparmo yang dulunya merupakan guru di SDN 3 Sermo. Serta mendatangi mantan guru SMPN 1 Kokap Suko Mulyono dan Jiyono yang merupakan guru di SMAN 1 Wates.
Kedekatan antara Hasto dan para gurunya ini begitu terasa saat mereka bertemu. Tidak hanya berkunjung dan menyapa, Hasto tak sungkan untuk mencium tangan para pendidiknya. Tak lupa dia menyerahkan karangan bunga dan bingkisan.
Alhamdulillah, kebanggaan seorang guru yakni saat muridnya berhasil. Saya bahkan berharap dr Hasto dapat menjadi menteri,” ucap Suparmo.
Hasto menyampaikan, dalam peringatan hari guru kali ini, atas nama pribadi dan seluruh murid menyampaikan terima kasih pada guru. Kunjungan silaturahmi ini merupakan salah satu tanda bakti kepada guru, dan sebagai wujud rasa hormat. “Semoga ilmu yang telah diberikan, bermanfaat bagi saya dan seluruh murid,” ucapnya.
Hasto berpesan pada generasi muda, setelah berhasil menjadi orang sukses, tidak lantas lupa dengan jasa para guru yang dulu pernah mendidik. (tom/ila/ong)