SLEMAN – Ansor yang memiliki basis massa tak sedikit dan tersebar di seluruh tanah air, ditantang untuk terlibat menggerakkan perekonomian nasional. Hal itu ditegaskan Wakil Presiden HM. Jusuf Kalla saat membuka Kongres XV Ansor di Pondok Pasantren Sunan Pandanaran, Sleman, Kamis (26/11).
Pembukaan kongres tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang didampingi Ketua Umum GP Ansor H. Nusron Wahid, Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X dan pengasuh Ponpes Sunan Pandanaran KH. Mutasim Billah.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres mengimbau para kader GP Ansor ikut berperan dalam memajukan ekonomi nasional. Wapres mencontohkan, seperti nilai yang terkandung dalam hijrah, yakni menuju tempat atau kondisi yang lebih baik.
“Hijrah ke negeri yang aman dan makmur untuk melindungi umat. Karena itu, kita perlu mendorong generasi muda untuk bergerak di bidang ekonomi,” katanya.
Menurut JK, menggerakkan roda ekonomi, bagian dari meningkatkan keimanan. Sebab, kemiskinan dapat mendorong kekufuran. “Diharapkan Ansor nanti berganti dari membawa baret-baret berubah membawa tas-tas pedagang mengunjungi daerah lain,” imbuhnya.
Tantangan kebangsaan saat ini, menurut JK, adalah memakmurkan rakyat Indonesia. Ia menyebutkan, sebagai ketua dewan masjid dan musala, saat ini sudah ada 800 ribu masjid dan musala. Jumlah itu terbanyak di dunia, dengan perhitungan 250 orang per satu masjid musala.
“Pesantren ada di mana-mana, kita masih kekurangan toko, industri dan kerajinan yang memberikan lapangan kerja yang banyak. Sehingga, mari kita bersama-sama memajukan daerah,” kata JK.
JK juga mengatakan, kredit usaha kecil besaran bunganya harus sama dengan bunga tabungan dan disubsidi pemerintah. “Agar ada keinginan besar pada investasi. Jangan hanya makan bunga, tapi menanam pohon, investasi,” terangnya.
Ditegaskan, orang-orang yang menjadi pedagang atau wirausaha saat ini belum banyak jumlahnya. Karena itu, di Indonesia masih sangat kekurangan toko dan industri. “PNS banyak dan masih antre, semua ingin jadi pegawai. Calon legislatif, pejabat, bupati, banyak yang berminat. Tapi kita kekurangan orang-orang ekonomi. Ke masjid ramai, puasa ramai, ibu-ibu remaja pakai jilbab banyak, didorong untuk wirausaha,” tandasnya.
Sebagaimana yang diperkirakan, sebanyak 7000 anggota dan simpatisan Gerakan Pemuda (GP) Ansor menghadiri pembukaan Kongres XV Ansor di Pondok PesantrenSunan Pandanaran Candibinangun ,Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (26/11). Perwakilan pengurus cabang dan wilayah seluruh Indonesia berkumpul dengan agenda utama pemilihan pengurus pusat GP Ansor periode 2015-2020.
Ketua Pelaksana Kongres Fairuz Ahmad mengatakan, seluruh perwakilan dari berbagai wilayah telah hadir di DIJ sejak Rabu (25/11) lalu. “Peserta dari seluruh Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Sudah hadir di Jogja sejak Rabu,” ujarnya kepada wartawan.
Di lokasi pembukaan kongres, ribuan anggota Ansor tersebar di seputaran Pondok Pesantren Sunan Pandanaran sejak pagi hari. “Dari total yang hadir, hanya 3000 orang pengurus wilayah pemilik suara yang diperkenankan masuk ke lokasi arena kongres guna mengikuti rangkaian pembukaan,” imbuhnya.
(riz/jko/ong)