BANTUL – Bagi pengguna tabung gas ukuran tiga kilogram tidak perlu waswas. Walaupun kebutuhan gas yang popular disebut dengan gas melon pada bulan Desember diperkirakan meningkat drastis, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) menjamin ketersediaannya. “Masyarakat nggak usah khawatir stok gas di akhir tahun,” tandas Kabid Perdagangan Disperindagkop Bantul Sahadi Raharjo di ruang kerjanya, kemarin (26/11).
Itu karena Disperindagkop selama dua bulan terakhir melakukan efisiensi. Ya, pada Oktober hingga November ini Disperindagkop mengurangi kuota sebanyak 2.000 tabung perharinya. Sehingga suplai yang disalurkan ke pasar tiap harinya hanya sekitar 22.000 tabung. Sahadi tak menampik bila kebijakan pengurangan sempat memicu isu kelangkaan di pangkalan. “Karena stok di pangkalan cepat habis,” ujarnya.
Dengan adanya kebijakan efisiensi, Sahadi berharap pada bulan Desember Disperindagkop dapat menambah suplai gas subdisi setiap harinya. Targetnya, setiap hari tabung gas yang disalurkan ke seluruh pangkalan mencapai di atas 25 ribu.
Menurutnya, kebijakan efisiensi sudah tepat. Mengingat, kuota gas subsidi untuk Kabupaten Bantul pada 2015 tinggal sepuluh persen. Selain itu, kebutuhan gas melon pada Desember dipastikan meningkat seiring dengan tingginya tingkat kunjungan wisatawan.”Semua (sisa kuota) akan digelontorkan pada Desember nanti,” ucapnya.
Sahadi menambahkan, Disperindagkop bakal mengajukan penambahan kuota kepada Pertamina sebanyak 13 persen. Pertimbangannya, pengguna tabung gas melon kian bertambah. Diperkirakan jumlah pengguna tabung gas melon saat ini sebanyak 260 ribu. Ini meliputi kepala keluarga miskin yang jumlahnya sebanyak 88.611, usaha mikro kecil dan menengah sebanyak 99 ribu dan pedagang kaki lima sekitar 3000 orang. “Dengan penambahan kuota diharapkan perharinya ada 26 ribu tabung,” ungkapnya.(zam/din/ong)