GUNUNGKIDUL – Para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Gunungkidul mengaku telah menjadi korban penipuan, sehingga rugi materi dan harga diri. Ponsel mereka dibajak untuk menipu pihak-pihak tertentu.
Setidaknya, ada dua kepala SKPD yang merasa dirugikan. Mereka adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Eddy Praptono dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Suipil (Disdukcapil) Eko Subiantoro.
Eddy Praptono pun buru-buru melakukan klarifikasi melalui sosial media. Dia mengunggah foto, berisi pernyataan tidak pernah bon pulsa hingga 36 kali, masing-masing Rp 100 ribu. Postingan Edy ini mendapat simpati dari facebookers.
“Saya baru tahu kejadian ini setelah teman kantor yang kebetulan jualan pulsa minta maaf tidak bisa kirim pulsa karena kuota habis. Saya kaget, ternyata bon pulsa saya sudah mencapai 36 kali. Setiap pesan Rp 100 ribu, padahal saya tidak pernah minta,” kata Edy. Akibat pembajakan nomor telepon itu, pegawai DPU anak buah Edy mengalami kerugian jutaan rupiah.
Hal serupa juga dialami Kepala Disdukcapil Eko Subiantoro. Akun BBM Eko Subiyantoro dibajak oleh orang tidak bertanggung jawab, sehingga tidak bisa masuk ke aplikasi karena Blackberry ID-nya sudah diganti.
Akibat pembajakan itu, dia mengaku tidak bisa menggunakan akun BBM. Sementara pelaku pembajakan dengan leluasa mengirimkan pesan ke sejumlah rekan kerja, termasuk anggota dewan dan wartawan, yang isinya meminta dikirimi uang atau hendak meminjam uang.
“Kejadan ini saya alami sejak tadi pagi (kemarin). Itu bukan saya yang mengirim BBM. Dalam pesan BBM yang diterima oleh salah seorang wartawan, saya dikabarkan meminjam uang tunai sebesar Rp 500 ribu,” ujarnya.
Pelaku meminta untuk dikirimi uang melalui rekening bank BNI nomor 0390582366 atas nama Ary Ardiansyah Putra. Hingga kini mantan Sekwan DPRD Gunungkidul itu tidak mengetahui apakah ada rekannya yang mengalami kerugian akibat pembajakan ponsel.
“Saya minta maaf, itu bukan dari saya. Kalau ada pesan BBM (permintaan uang atau mau memimjam uang), jangan ditanggapi,” sesalnya.
Meski ada yang sudah dirugikan, baik Eko maupun Edy belum berencana untuk melaporkan kasus ini ke polisi. (gun/laz/ong)