JEMPUT BOLA: Penanggung jawab Jasa Raharja Wilayah Kulonprogo Ratih Prima Marta H saat jemput bola pengurusan santunan meninggal dunia beberapa waktu lalu.
logo-jasa-raharja
JOGJA – Kepala Cabang PT Jasa Raharja DIJ I Ketut Suardika berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan penumpang umum, baik darat, laut maupun udara. Dalam melaksanakan kerjanya tersebut, petugas Jasa Raharja diminta selalu proaktif, ramah, ikhlas, mudah dan empati (PRIME).
“Pengurusan santunan Jasa Raharja kini semakin mudah, cepat dan tepat,” kata Suardika, kemarin.
Dijelaskan, ketika terjadi kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan penumpang umum, masyarakat diminta segera melaporkan kejadian kecelakaan tersebut 1 x 24 Jam ke kantor polisi terdekat dan Jasa Raharja. Dengan begitu, Jasa Raharja akan lebih cepat bergerak melakukan jemput bola, dan memberikan layanan PRIME (Proaktif, Ramah, Mudah, Ikhlas, Mudah, Ikhlas dan Empati) kepada masrakat.
“Itu sudah menjadi komitmen Jasa Raharja dan petugas Jasa Raharja,” tegas Suardika.
Suardika menambahkan, setelah mendapatkan laporan adanya kecelakaan, selanjutnya polisi akan turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, polisi segera menerbitkan laporan polisi (LP) kecelakaan lalu lintas sebagai dasar pembayaran santunan Jasa Raharja.
Setelah petugas Jasa Raharja mendapatkan salinan laporan polisi tentang kecelakaan lalu lintas tersebut, bagi korban dengan sifat cidera luka-luka dan dirawat di rumah sakit, petugas Jasa Raharja segera Jemput bola mengunjungi pasien korban kecelakaan lalu lintas yang di rawat di rumah sakit untuk menjelaskan kepada korban/keluarga korban terkait haknya sebagai korban kecelakaan lalu lintas, serta menerbitkan surat jaminan biaya perawatan (Guarantee Letter) kepada rumah sakit.
“Surat jaminan biaya perawatan tersebut merupakan langkah proaktif dari Jasa Raharja dalam membantu meringankan, dan memudahkan pasien korban kecelakaan lalu lintas Jalan dan angkutan penumpang umum darat, laut dan udara,” papar Suardika.
Dengan demikian, pasien tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan, karena biaya perawatan tersebut sudah dijamin Jasa Raharja. Untuk kepentingan tersebut,. Jasa Raharja sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah, kepolisian, BPJS dan rumah sakit. “Pelayanan kami terpadu, pelayanan kami mudah dan cepat, komitmen kami adalah pelayanan terbaik untuk masyarakat,” katanya.
Sedangkan untuk korban yang mengalami sifat cidera meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan penumpang umum darat, laut dan udara, petugas Jasa Raharja akan jemput bola ke rumah ahli waris korban. Semua dokumen pengajuan santunan meninggal dunia akan dibantu petugas Jasa Raharja, rumah sakit dan kelurahan.
“Pengurusan santunan Jasa Raharja tidak dipungut biaya. Sebab, kami berkomitmen memberikan pelayanan PRIME, yaitu proaktif, ramah, ikhlas, mudah dan empati,” pungkas Suardika. (mar/jko/ong)