KULONPROGO – Kantor Urusan Agama (KUA) Temon dibobol maling, Rabu (25/11) malam. Pelaku menggasak uang tunai Rp 4 juta serta notebook. Tidak hanya itu, 25 stok buku kutipan akta nikah (NA) dan 11 pasang buku duplikat, juga raib.
“Uang tunai Rp 4 Juta itu adalah uang kas Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) dan Gerakan Pemahaman Pengamalan Isi Kandungan Alquran (GPPA),” terang Suhartono, Pegawai KUA Temon, kemarin (26/11).
Dikatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti kapan aksi pencurian itu terjadi. Namun diduga kuat di atas pukul 00.00 WIB, karena ada yang mendengar seperti orang berjalan pukul 02.00.
Hingga sekitar pukul 06.30, Suhartono mendapati pintu samping sudah dalam keadaan terbuka. “Karena takut terjadi apa-apa, langsung lapor ke Polsek Temon,” terang Penyuluh Agama KUA Temon itu.
Dijelaskan, karena yang hilang adalah stok buku kutipan akta nikah (NA), maka KUA Temon langsung melapor ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo dan juga Kanwil Kemenag DIJ.
“Dengan laporan tersebut maka akan terjadi pemblokiran di seluruh Indonesia. Nanti kalau ada yang legalisir, akan dapat diketahui. Bila tidak segera lapor, kami khawatir buku tersebut akan disalahgunakan,” jelasnya.
Kepala Kemenag Kulonprogo Drs H Edhi Gunawan MPdI mengamini pihaknya sudah menerima laporan dari KUA Temon. Pihaknya juga sudah melaporkan ke Polsek Temon dan Kanwil Kemenag.
Diakui Edhi, beberapa KUA di Kulonprogo memang tidak memiliki petugas keamanan atau penjaga, hal itu karena memang belum ada anggarannya. “Adanya peritiwa ini, KUA ke depan memang harus dijaga, terutama untuk penjaga malam, perlu dianggarkan,” ujarnya. (tom/laz/ong)