Haris Iskandar
SLEMAN – Desa Wisata Sidoakur Jethak II, Sidokarto, Godean, dipilih Dinas Pariwisata DIJ sebagai tuan rumah penyelenggaran Festival Seni Budaya (FSB) Desa/Kampung Wisata 2015 se-DIY. Festival itu digelar hari ini, Sabtu (28/11) mulai pukul 09.30.
“Festival baru kali pertama kami selenggarakan. Even perdana itu kami pilih di Desa Wisata Sidoakur Jethak II,” ujar Kepala Seksi Kelembagaan Pariwisata Bidang Pengembangan Kapasitas, Dinas Pariwisata DIJ Haris Iskandar kemarin (27/11).
Dalam FSB ini setiap kabupaten dan kota se-DIJ mengirimkan tiga peserta dari desa/kampung wisata yang berbasis seni dan budaya. Setiap peserta atau kelompok membawa peralatan dan perlengkapan masing-masing. Durasi pementasan tiap kelompok 7-10 menit. Bila ada yang melebihi waktu, nilai yang diperoleh akan langsung dikurangi. Penanda waktu dilakukan pembawa acara dengan menggunakan tiga bendera. Yakni hijau tanda dimulai, kuning merupakan menit 7 dan merah sama dengan menit 10.
Setiap peserta diberi kesempatan persiapan maksimal selama lima menit. Sebelum pentas diizinkan melakukan yel-yel. Perhitungan waktu dilakukan setelah yel-yel selesai. Semua kelompok diwajibkan menyerahkan narasi singkat tentang pertunjukan yang akan ditampilkan rangka empat kepada panitia. “Pemenang akan kami umumkan hari itu juga setelah sidang dewan yuri,” terang Haris.
Adapun fasilitas yang disediakan panitia berupa panggung beratap dengan ukuran 6 x 8 m dan tinggi 60-80 cm. Lalu microphone sebanyak 5-6 buah, ruang ganti atau rias serta toilet. Kriteria penilaian meliputi nilai jual untuk pariwisata, daya tarik, kreativitas, kekompakan dan keserasian. Dinas Pariwisata DIJ menyediakan tropi dan uang pembinaan yang totalnya mencapai Rp 18,5 juta.
Pengelola Desa Wisata Sidoakur Andi Irawanto mengatakan kesiapannya menjadi tuan rumah FSB Desa/Kampung Wisata se-DIJ tersebut. “Kesiapan kami sudah matang. Kami siap menyambut kehadiran peserta festival dari empat dan kabupaten se-DIJ,” ucap Andi.
Dikatakan, Desa Wisata Sidoakur merupakan desa wisata budaya dan lingkungan. Desa wisata ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai desa penghijauan terbaik se-Sleman dan desa dengan kebersihan lingkungan terbaik se-Provinsi DIJ plus desa wisata terbaik se-Sleman. Kegiatan penyelamatan lingkungan yang giat dilakukan seperti penghijauan, pengolahan sampah, dan pembuatan pupuk kompos.
“Kami juga ada percobaan pembuatan briket batu bara dari kulit kacang tanah,” kata Andi. Sedangkan kegiatan seni budaya di antaranya, seni karawitan, hadrah dan klotekan bambu. Desa Sidoakur juga mempunyai bermacam kerajinan dari daur ulang plastik, kerajinan serabut kelapa, daur ulang bambu dan industri rumah tangga seperti pengembangan jamu instan tradisional. (kus/laz/ong)