SLEMAN-Liga Mahasiswa (LIMA) Bola Basket wilayah Jogjakarta mulai bergulir kemarin (27/11) di GOR Universitas Islam Indonesia (UII). Delapan perguruan tinggi di DIJ siap bertanding dengan aturan ketat yang diberlakukan panitia. Salah satunya menerapkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,00 bagi pemain.
Ketua LIMA Central Java -Jogjakarta Conference (CJYC) Andi Hirawan mengatakan, kompetisi ini tidak hanya akan menyajikan prestasi bola basket dengan permainan yang baik, namun juga prestasi di bidang akademik. “Syarat ini mutlak, bukti IPK disertakan saat registrasi peserta,”ujarnya.
Andi mengatakan, aturan ini bertujuan agar atlet LIMA tetap bisa berprestasi di bidang akademik meskipun aktif di bidang olahraga. Pihaknya memastikan, peserta yang tidak bisa memenuhi syarat tersebut dipastikan tidak bisa tampil di LIMA. “Kalau tidak mencapai angka itu ya kami tolak. Toh masih banyak mahasiswa pecinta basket yang tetap bisa berprestasi di akademik. Bahkan tetap cumlaude,”ujarnya.
Delapan perguruan tinggi (PT) meramaikan kejuaraan ini, yakni UGM, UII, Universitas Atma Jaya, UPN, UNY, UMY, UAD, dan USD. Mereka juga juga mengirimkan tim basket putri, kecuali UMY dan UPN.
Tim UGM, Atma Jaya, UII dan UNY diprediksiakan menjadi tim unggulan. Khusus Atmajaya, sudah mengantongi nama besar setelah di LIMA edisi sebelumnya memborong gelar juara baik basket putra maupun putri. Meski demikian,empat tim lainnya juga bukan tidak mungkin akan memberikan ancaman dan kejutan tahun ini.
Menurut Andi, babak kualifikasi kategori putra akan dijalankandengan sistem setengah kompetisi. Itu setelahsetelah dibagimenjadi dua poolmasing-masing empat tim.Sementara kategori putriakan langsung diadu juga dengan sistem setengah kompetisi. “Peringkat satu dan dua kategori putra dan putri akan diadu dengan finalis dari Jawa Tengah pada 5-6 Desember,”ujarnya.(dya/yog/din/ong)