SELAMA memimpin RS Jogja, drg Hj Tuty Setyowati memang memi-liki banyak target. Salah satunya, dia mencoba mengubah mindset seluruh karyawan. Mereka wajib memberi-kan pelayanan optimal pada pasien.”Produk rumah sakit ya pelayanan itu. Filosofinya dulu harus didapatkan sehingga seluruh karyawan bisa me-nerapkannya dengan sadar,” ungkapnya. Dia mengungkapkan, dalam me-mimpin tak selalu harus menyala-hkan anak buah. Semua harus sama-sama berbenah. “Jika anak buah yang salah, berarti pemimpin tersebut juga salah besar. Karena tak bisa mengendalikan anak buahnya,” te-rangnya tegas.Ini pula yang kini dia tegaskan di hadapan anak buahnya. Semua harus bisa meningkatkan kinerja pelayanan. “Jika ada keluhan, harus ditanggapi,” tandasnya.
Terlebih rumah sakit yang berada di Jalan Wirosaban No 1, Jogja ini tak hanya melayani pasien dari Kota Jogja saja. Melainkan juga me-layani rujukan dari berbagai wi-layah seperti Bantul, Sleman, Gunung-kidul, bahkan beberapa daerah dari luar DIJ.Dijelaskan, awalnya RS Jogja mer-upakan pengembangan dari Klinik Bersalin Tresnowati yang beralamat di Jalan Letkol Sugiyono, Jogja. Da-ri klinik bersalin menjadi rumah sakit umum dengan kelas tipe D dan di-kenal sebagai RS Wirosaban. Seiring dengan perkembangan, ditetapkan sebagai RSUD Kota Jogja. Lantas menjadi RS Kelas B Non Pendidikan. Nah, dari perubahan itu maka susu-nan dan tata kerja organisasi telah disempurnakan dengan peraturan Wali Kota Jogja Nomor 9 Tahun 2008. Kemudian dengan keputusan Wali Kota Jogja Nomor 337/KEP/2010 tanggal 8 Juni 2010 silam, nama dan logo RSUD Kota Jogja berganti nama menjadi RS Jogja. Juga telah ditetapkan logo RS Jogja yang baru. (eri/ila/ong)