DISAPU ANGIN: Angin kencang memporakporandakan beberapa bagian gedung UMY. Foto kiri, Pohon beringin yang berada di dekat gerbang utama UMY juga roboh, kemarin (28/11).
BANTUL – Hujan deras di sertai angin kencang kembali me-landa Kabupaten Bantul, Sabtu (28/11). Wilayah terparah ter-jadi di Tamantirto, Kasihan. Angin kencang yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ter sebut, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang, bahkan merusak beberapa fasilitas di Kampus UMY
Kepala Urusan Humas UMY Frizki Nurnisya membenarkan bahwa angin kencang disertai hu-jan deras telah memporakporan-dakan kampusnya. Menurutnya, akibat angin kencang, menerbang-kan atap gedung rektorat dan pa-pan pengumuman kampus, serta merusak kantin sisi selatan. Se-jumlah pohon di area kampus juga dilaporkan tumbang.”Bahkan baliho besar yang ter-pasang di ringroad depan kam-pus juga roboh,” terang Frizki.
Hingga kini, pihak kampus be-lum menghitung total kerugian akibat peristiwa tersebut. Berun-tung, angin kencang tidak me-nelan korban jiwa. “Karena saat peristiwa itu terjadi, tidak ada aktivitas mahasiswa di kampus. Senin depan kami akan menga-dakan kerja bakti untuk mem-bersihkannya,” imbuh Frizki.Senada dikatakan Kepala Biro Humas dan Protokol UMY Ratih Herningtyas. Menurutnya, akibat kejadian tersebut beberapa pohon di lingkungan kampus tumbang, dan merusak sejumlah fasilitas kampus. “Pohon berukuran be-sar yang berada di dekat gerbang utama dan depan gedung rekto-rat ambruk,” katanya.
Dijelaskan, angin kencang dan hujan tersebut juga mengaki-batkan atap di beberapa bangu-nan, seperti di Gedung AR. Fakhrudin A lepas tersapu angin. Beberapa papan pengu-muman yang tersebar di bebe-rapa titik kampus juga roboh.”Angin kencang berlangsung kurang lebih tiga menit. Kantin juga porak-poranda akibat keja-dian ini,” tandas Ratih. Menurut-nya hingga tadi malam belum ada laporan mengenai adanya korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pihak kampus juga belum bisa memperkirakan kerugian akibat kejadian ini. “Ka-rena baru saja terjadi, sehingga kami belum bisa menghitung tentang kerugiannya,” katanya.
Terpisah Kepala Badan Penang-gulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan, peristiwa yang baru terjadi tersebut merupakan angin puting beliung. “Yang paling parah di wilayah Kasihan. Ini merupakan angin puting beliung,” ujarnya.Dwi menambahkan, pada masa peralihan musim atau pancaroba seperti saat ini, pe-ristiwa angin kencang cukup rawan terjadi. Pihaknya mengim-bau agar warga menebang pohoh yang sudah keropos, miring atau berpotensi tumbang.”Jika tidak bisa menebang sen-diri, bisa lapor ke kami, akan kami bantu. Partipasi masyara-kat untuk penanggulangan ben-cana ini sangat kami butuhkan,” tandasnya. (zam/jko/jiong)