KULONPROGO – Sejumlah warga Desa Giripeni, Wates, Kulonprogo, mulai cemas menyusul serangan demam berdarah (DB) beberapa pekan terakhir. Namun Dinas Kesehatan Kabupaten setempat sudah melakukan fogging atau pengasapan untuk membasmi vektor penyebar DB.
Plt Kepala Dukuh Sideman Iwanudin menjelaskan, serangan demam berdarah sempat menyerang warga di RT 40 dan RT 41 RW 18 Sideman. “Kalau yang terserang panas ada sembilan orang. Tetapi yang positip DB ada empat orang,” ujarnya.
Kebanyakan warga yang terserang adalah anak-anak, namun ada beberapa orang dewasa. “Petugas dari Puskesmas kemudian datang meninjau lokasi. Selain menemui keluarga yang sakit panas, juga dilakukan pemeriksaan sarang nyamuk. Kemudian dilakukan fogging,” tutur Iwanudin.
Fogging kedua sudah dilakukan Jumat (27/11) pagi, sedikitnya ada 12 petugas yang diterjunkan. Fogging pertama sudah dilakukan Sabtu (21/11). “Dari empat orang yang positif, satu di antaranya cucu saya sendiri. Ia panas hingga lima hari sehingga harus opname di rumah sakit,” ujar Imam Santosa, ketua RW 18.
Empat anak yang positif DB tinggal di satu lingkungan. Keempat korban adalah Kevin, Febri, Puji, Ratno. Mereka rata-rata panas empat hingga lima hari, sehingga kemudian harus dirawat inap di rumah sakit.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonorogo Bambang Hariyatno menyatakan, di Kulonprogo DB memang menjadi fokus perhatian, terlebih saat memasuki musim pancaroba. Berdasarkan catatan, tahun 2015 ini Kulonprogo ada 112 kasus. Sebelumnya di tahun 2014 ada 128 kasus, dua di antaranya meninggal dunia. Sementara tahun 2013 ditemukan 144 kasus dan korban meninggal sartu orang.
Bambang berharap memasuki musim hujan warga senantiasa menerapkan pola hidup bersih. Jangan biarkan air menggenang hingga menjadi sarang jentik, sarang nyamuk. “Untuk pencegahan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tetap yang paling erfektif, jadi harus digiatkan, mulai dari lingkungan terdekat,” harapnya.
Di Kulonprogo dari 12 kecamatan yang ada, sudah pernah dirambah DB. Adapun daerah endemis DB hingga saat ini meliputi Kecamatan Wates, Temon, Pengasih, Nanggulan, Kalibawang dan Sentolo. (tom/laz/ong)