MAGELANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang telah menjadwalkan kampanye terbuka bagi setiap pasangan calon (paslon). Sebelumnya, KPU telah melakukan pengundian. Kampanye rapat umum akan dimulai 3-5 Desember 2015, secara bergantian bagi tiga paslon.
Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amron mengatakan, kendati telah dijadwalkan, pihaknya belum mengetahui lokasi rapat umum tiap paslon.
“Sampai sekarang, kami belum menerima surat tembusan izin dari paslon pada kepolisian menyangkut rencana penggunan tempat kampanye terbuka,” kata Basmar, beberapa waktu lalu.
Ia melanjutkan, sebelumnya pemkot sudah mengumumkan sejumlah tempat yang bisa dijadikan lokasi kampanye rapat umum. Ada enam titik yang disediakan.
Yaitu, Lapangan SMPN 7, Lapangan Nambangan, Sidotopo, Halaman Gedung eks-Magelang Teater, Lapangan Kwarasan, dan Kompleks GOR Samapta. Untuk membatasi jumlah massa, paslon bisa memilih tempat yang diinginkan sesuai kapasitas tempat.
“Sesuai PKPU Nomor 7 Tahun 2015 pasal 43 tentang Kampanye, paslon diberi alternatif memilih tempat dan waktu pelaksanaannya. Namun, untuk jumlah massa tidak boleh lebih 75 persen dari kapasitas tempat,” imbuhnya.
Sesuai hasil undian, pasangan nomor urut 1 Sigit Widyoninto-Windarti (Si Winner!) memilih jadwal kampanye terbuka pada 4 Desember 2015. Pasangan nomor urut 2, Moch Haryanto-Agus Susatyo (Harus Bangkit) akan menggelar kampanye terbuka pada 5 Desember 2015. Sedangkan pasangan nomor urut 3, Joko Prasetyo-Priyo Waspodo (Segoro Joyo) menjadwal kampanye terbuka pada 3 Desember 2015.
“Itu sudah menjadi kesepakatan bersama berdasarkan hasil undian. Ketiga paslon memilih menjalankan kampanye terbuka, hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan Pilkada 9 Desember,” katanya.
Tim paslon, lanjutnya, berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk tempat yang menjadi lokasi kampanye terbuka untuk pengamanannya. KPU Kota Magelang hanya mendapatkan tembusan dari tim paslon mengenai tempat pelaksanaan dan waktu kampanye, serta siapa yang menjadi juru kampanye.
Divisi Organisasi dan SDM, Panwaslu Kota Magelang Endang Sri Rahayu menegaskan, anggota panwas akan dikerahkan memantau jalannya kampanye terbuka. Ia memprediksi, dengan hanya menggelar sekali kampanye terbuka, akan menambah potensi pelanggaran massa dan simpatisan.
“Pandangan kami terpusat, jika ada pelanggaran simpatisan atau pendukung. Misalnya, menggunakan fasilitas negara, keterlibatan PNS. Apalagi ada dua incumbent di sini, tentu perlu perhatian khusus agar PNS benar-benar netral,” katanya.(dem/hes/ong)