BERCHMAN HEROE/RADAR JOGJA
ILEGAL: Simpatisan yang ikut berkampanye kedapatan membawa airsoftgun. Selain itu, ditemukan juga senjata tajam dan minuman beralkohol. Mereka lantas diamankan di Mapolda DIJ.
SLEMAN – Sepeda motor berknalpot blom-bongan memang sulit dihindarkan dalam setiap ajang kampanye pemilu. Hal itu bahkan sudah diprediksi sebelumnya. Harus ada konsep lain yang digunakan untuk meng-hindarinya.Ketua Bapilu DPC PDIP Sleman Supriyoko mengatakan, pengurus partai tak bisa mem-beri garansi ajang pemilu bebas dari suara knalpot blombongan. Hanya, konsep ber-beda yang diusung partai banteng moncong putih dinilai bisa meminimalisasi kebisingan dan potensi gangguan keamanan lalu lintas. “Kami sengaja mengubah konsep. Kam-panye tidak fokus di satu titik tapi disebar kecil-kecil di 17 kecamatan,” ungkapnya, kemarin (29/11)
Sekretaris DPC PDIP Sleman Y Gustan Ganda menuturkan, konsep kampanye yang diusung bukan menghadirkan massa dalam jum-lah besar. Tapi, calonlah yang “di-paksa” keliling Sleman meny-ambangi masyarakat. Di setiap titik yang dipilih, tim menggelar pentas kesenian tradisional, seperti jathi-lan dan tari-tarian. “Sudah saatnya berubah. Supaya Sleman ora nge-ne-ngene wae,” ujarnya.
Konsep tersebut untuk men-gubah paradigma masyarakat yang menganggap kampanye sebagai ajang hura-hura dan rawan memunculkan aksi krimi-nalitas. “Bukan berati kami takut kampanye terbuka. Tapi antisipasi dampak negatif yang mungkin terjadi,” lanjut politikus asal Trihanggo, Gamping.Dari pantauan Radar Jogja di Lapangan Ganjuran, Condong-catur, Depok, Gustan Ganda berteriak berkali-kali menging-atkan massa pendukung pasangan Yuni Satia Rahayu-Danang Wi-caksana Sulistyo agar tak meng-geber knalpot blombongan. “Patuhi instruksi aparat kepoli-sian. Keluar lapangan tertib jangan dibleyer-bleyer,” tegasnya.
Tak ingin terjadi hal-hal nega-tif, Yuni tidak banyak berorasi seputar pencalonannya dalam Pilkada Sleman 2015. Calon bu-pati nomor urut 1 itu lebih ba-nyak memohon agar simpatisan langsung pulang ke rumah masing-masing usai berkampanye. “Jangan mampir-mampir dulu. Segera pulang,” pintanya sebelum memperagakan cara mencoblos surat suara yang benar.
Sementara itu, Danang menga-jak seluruh elemen masyarakat menyukseskan pemilihan umum serentak pada 9 Desember. Warga diimbau berbondong-bondong hadir di tempat pe-mungutan suara untuk meng-gunakan hak suaranya dan tidak menjadi golput. (yog/ila/ong)