TIM basket sekolahnya memang hanya sampai perempat final dalam Junio JRBL 2015 Jogja Series lalu. Namun, Junio JRBL menjadi sangat bermakna bagi siswi SMPN 1 Jogja-karta, Ainayya Nur Azzahra. Dia terpilih menjadi first team Junio JRBL 2015 Jogja Series. Dia terjun di basket karena terinspirasi kedua kakaknya, Ridwan Ainurahman dan Ainurozaq Alif yang pemain basket. Ketika itu Zahra masih duduk di bangku kelas 3 SDN Serayu. Tiga kali seminggu sang ayah selalu mengantarkan Zahra untuk belajar tari di sanggar tari UNY berbarengan dengan kakak-kakaknya yang juga latihan basket di lapangan outdor UNY.
Setelah les menari lalu Zahra diajak menunggu kakak-kakaknya yang masih latihan basket. Karena bosen menunggu akhirnya Zahra memutuskan ikut basket dan keluar dari les tarinya. Gelar ini tak lepas dari dukungan ayahnya dan kakaknya yang merupakan bagian dari tim. Sang ayah, Budi Satino sebagai manajer dan sang kakak, Ainurozaq Alif Ihsan, pemain basket salah satu universitas swasta di Jogja yang menjabat sebagai tim medis SMPN 1 Jogjakarta di Junio JRBL 2015 kemarin. “Gak nyangka bisa masuk first team, ini berkat ayah dan kakak yang ikut di lapangan. Selalu ngingetin dan kontrol emosi. Mas Alif juga ngasih tau harus gimana ngambil kesempatan poin dari lawan,” kata Azzahra.
Sebagai kapten, gadis yang disapa Zahra ini memiliki target mengalahkan runner up Junio JRBL 2014 yaitu SMP Pangudi Luhur (PL) di pertandingan pertamanya. Tak disangka, perjuangan kerasnya bisa mengalahkan PL dan membawa SMPN 1 Jogjakarta sampai hingga babak fantastic four. “Habis itu lawan SMPN 5 Jogja dan bisa sampai perempat final, ini udah bonus banget,” terang gadis kelahiran 2 Januari 2002.Zahra mempunyai skill basket mumpuni. Terbukti dengan terpilihnya dia menjadi salah satu tim penguat DI Jogjakarta untuk Kejurnas KU (kelompok umur) 14 di Jakarta 2014. (mey/iwa/ONG)