Hendri Utomo/Radar Jogja
KARENA MALU: Tersangka Samuharti saat melakukan rekonstruksi membuang bayinya di pinggir sungai bawah Jembatan Kreo, Kisik, Kalibawang, Kulonprogo, kemarin.

Peragakan 27 Adegan, Tersangka Nyaris Pingsan di Pinggir Sungai

Polsek Kalibawang menggelar rekonstruksi kasus pembuangan bayi dengan tersangka Samuharti, warga Pedukuhan Jogobayan, Banjaraum, Kalibawang, Kulonprogo kemarin (1/12). Sedikitnya ada 27 adegan yang diperagakan tersangka, mulai proses melahirkan hingga membuang bayi di bawah Jembatan Kreo, Kisik, Kalibawang.
HENDRI UTOMO, Radar Jogja
Pantauan Radar Jogja, proses rekonstruksi dimulai pukul 10.00 WIB dan berjalan cukup lancar. Diawali dari rumah tersangka, di mana dipraktikkan adegan tersangka diajak suami tidur di kamar, namun memilih menonton televisi, hingga kemudian merasa mulas ingin melahirkan dan tersangka nekat melahirkan tanpa bantuan medis di teras belakang rumah.
Tersangka tampak tegar saat melakukan reka ulang di rumahnya. Ia dengan sangat jelas memperagakan proses melahirkan, kemudian memastikan jenis kelamin bayi dan kemudian membalutnya dengan sarung dan dimasukkan ke dalam ember. Tersangka lalu membawa bayi itu ke bawah Jembatan Kreo dengan sepeda motor, lantas membuangnya.
Tersangka yang setiap hari berjualan angkringan itu baru menangis dan nyaris pingsan, ketika diminta memperagakan cara membuang bayi anak kandungnya itu di bawah jembatan. Sementara itu tidak banyak warga yang melihat langsung proses rekonstruksi, hanya ada beberapa saja yang melihat dari kejauhan. Terlebih polisi memasang police line untuk mencegah warga yang tidak berkepentingan masuk mengganggu proses rekonstruksi.
“Rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas, sehingga tidak ada keraguan lagi. Sebelumnya juga sudah dilakukan penyidikan dan pengumpulan barang bukti, mengorek keterangan saksi dan visum medis,” terang Kapolsek Kalibawang Kompol Joko Sumarah di sela rekonstruksi.
Joko menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan motif tersangka membuang bayinya untuk menutup malu. Seperti hasil penyidikan, tersangka mengaku bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan laki-laki bukan pasangannya.
“Sebetulnya tersangka memiliki waktu untuk meminta tolong persalinan, namun hal itu tidak dilakukan. Tersangka melahirkan sendiri, kemudian membuangnya di bawah Jembatan Kreo, hingga kemudian ditemukan warga bayi sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya.
Berdasarkan visum dokter, terdapat luka di mulut dan lebam di wajah bayi. Diduga kuat bayi dipaksa keluar saat proses persalinan dengan cara ditarik dari luar, namun saat lahir masih dalam kondisi hidup.
“Visum dokter menyatakan penyebab kematian bayi karena lemas kehabisan oksigen. Tersangka melahirkan bayinya tanpa bantuan medis pada 24 Agustus 2015 pukul 03.30. Bayi baru ditemukan warga di bawah Jembatan Kreo tanggal 25 Agustus 2015 sekitar pukul 07.00,” ujarnya.
Ditambahkan, setelah ada kasus penemuan bayi petugas langsung menggali informasi di sekitar TKP Banjararum. Hingga kemudian kecurigaan mengarah kepada tersangka, karena sebelumnya hamil namun lingkungan tidak mengetahui kapan tersangka melahirkan berikut keberadaan anaknya.
Proses penyidikan sempat terkendala minimnya saksi. Terlebih tersangka sempat mengaku bayi sudah meninggal saat dilahirkan. “Untuk itu hasil reka ulang ini sangat penting untuk memastikan kejadian dari awal mula, kita hadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sekaligus pengacara supaya semua objektif,” imbuhnya.
Tersangka bisa dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 341 KUHP tentang Pembunuhan Tanpa Perencanaan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, dan Pasal 432 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.
Disinggung apakah suami mengetahui perbuatan istrinya, Kompol Joko menyatakan, suami tidak tahu istrinya hamil, sementara suaminya bekerja sebagai buruh bangunan di Samigaluh. Sementara lelaki yang menghamili tersangka yakni orang dari luar Kulonprogo.
Paiman, saksi yang pertama kali menemukan bayi juga diminta untuk memperagakan pertama menemukan jasad bayi. Saksi menemukan bayi itu saat mencari ikan di sungai. “Saat saya temukan, kondisi bayi sudah meninggal. Posisinya ada di tengah sungai dalam keadaan telanjang, tanpa dibungkus apa pun,” ujarnya. (laz/ONG)