BERCHMAN HEROE/RADAR JOGJA
HANGAT: Greg Arya sibuk dengan nasi liwet buatannya. Foto kanan, Kill The DJ atau Mohammad Marzuki sedang menyiapkan menu mangut.

Pesta Panen Lele, Film Maker v Penyanyi Hip Hop

Jika seorang film maker berhadapan dengan penyanyi hip hop, mereka tidak selalu melahirkan sebuah karya video klip. Diluar dugaan, mereka ternyata bisa melahirkan sesuatu yang tak disangka banyak orang. Apakah itu?
BERCHMAN HEROE, Sleman
SUASANA penuh tawa dan guyonan khas Jogja terdengar meriah di Keboen Radja di Jalan Ringroad Utara 88, Depok, Sleman, Minggu malam (6/12) lalu. Tak sekadar bercanda, beberapa public figure asal Jogja terlihat serius meracik sesuatu yang ada di depan mereka. Sebut saja Greg Arya yang merupakan dosen ISI yang belum lama ini menggarap film Siti bersama Ifa Isfansyah. Ada pula Mohammad Marzuki dari Jogja Hip Hop Foundation.
Lantas apa yang mereka racik? Bukan video klip atau film yang mereka kerjakan. Tapi, mereka serius memasak. Ya, mereka sedang beradu kemampuan memasak dalam acara dadakan yang diberi tajuk Battle Cooking ala Keboen Radja. Hasilnya, tersaji beragam masakan dengan bahan dasar sama, seperti Mangut Lele, Lele Bakar Hitam Manis, dan Lele Goreng Sambal.
Battle Cooking itu berlangsung seru di Keboen Radja yang merupakan tempat nongkrong yang berlokasi di Barat Mapolda DIJ. Bahkan, acara dadakan tersebut mengundang perhatian banyak tokoh dan penggerak industri kreatif yang sengaja mampir untuk melihat serunya adu masak.
Malam itu para film maker Jogja diwakili Greg Arya. Sementara Kill The DIJ, sebutan akrab Mohammad Marzuki, mewakili sosok penyanyi. Kill The DJ terlihat sibuk mengolah aneka ragam bumbu dapur yang terbilang rumit. Dia menyiapkan menu Mangut Lele Prambanan. Sementara Greg Arya terlihat lebih tenang dengan menu andalan Lele Bakar Hitam Manis. Bahkan Greg, sapaannya, lebih sibuk mengaduk-aduk nasi liwet yang sebenarnya bukan tugasnya.
Penggagas acara Ardityo Satriyadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pesta panen lele dari kolam riset di Helioz. Kolam riset merupakan pengembangan hayati yang memanfaatkan mikrobia. “Kita ingin hasil panen disikapi oleh mereka yang basic-nya bukan pemasak. Kebetulan teman-teman antusias, dan jadilah acara Battle Cooking ini,” ujarnya.
Layaknya perlombaan memasak, dalam kegiatan Minggu malam kemarin ada pula dewan juri yang bertugas. Yakni Arya Mahdi (Wakasek Jogja Film Academy) dan Yopie Irawan (pemilik lahan perikanan). Mereka mencicipi satu per satu masakan yang dibuat.
“Pemenang Battle Cooking adalah tamu undangan. Karena 150 lele ludes tanpa sisa,” kata Yopie yang akrab disapa Pak Je.
Mendengar pengumuman pemenang itu, semua hadirin yang datang langsung tertawa lepas. Mereka terhanyut dengan suasana meriah, dan menu masakan yang lezat. Tambah meriah lagi, karena tiba-tiba Ifkar dan Shienny dari Morna Ice Cream menggelontorkan varian barunya secara cuma-cuma. Produk ice cream sayuran ini mengenalkan rasa barunya ke pengunjung, yakni ice cream kopi.
Dalam kesempatan kemarin, beberapa penggerak kegiatan dan industri kreatif Jogja turut bergabung malam itu. Di antaranya Dimas Zaky Firdausi (desainer querty radio), Dimas Muragil (akuntan), Pepeng (Klinik Kopi), Nikolaus Juniantono (videorafer), Uncle Nicko (Sogul). Juga Bayu Eka Pamura (Noken), Wahyu Arry (Sae Woodcraft), Yopie Irawan FounderGantigol.com, Anugrah Andrianto (pakar marketing), Utied Putri, dan Arga Moja (Lokaltea Tamkul). Serta Habbiburahman (Top Gear Roastery), Echi dan Andry Mahardhika (kedai Kopi), Bernad Satriano (pakar IT) dan beberapa tokoh lain. (ila/ong)

Penggerak Industri Kreatif Jogja Ikut Gabung