GUNUNGKIDUL – Kekalahan telak PDIP dalam pilkada serempak di Gunungkidul, Sleman dan Bantul, tampaknya bakal disikapi keras oleh elite politik tingkat DPD DIJ. Sejumlah kader moncong putih bakal dipecat, karena dituduh telah melakukan pengkhianatan partai.
Rencana tersebut terungkap dalam
acara ucapan terima kasih kepada semua tim pendukung Djangkung-Endah di Wonosari, Gunungkidul Sabtu (12/12).
Ketua DPD PDIP DIJ Bambang Praswanto menegaskan, kekalahan bisa terjadi lantaran ada kader membelot. Dia mengaku kaget dengan perolehan suara cabup pilkada kali ini. Setelah ditelusuri, diperoleh laporan yang mengejutkan, yakni adanya kader yang berkhianat dan menyeberang. “Kami akan tegasi kader kader pengkhianat. Semua akan kita pecat,” tegas Bambang.
Dia menjelaskan, kekalahan di Bantul, adalah di luar perkiraan PDIP. Sehingga, diduga kuat ada kejanggalan. “Kami sudah telusuri. Kesimpulannya, ternyata ada pengkhianat,” ujarnya.
Atas masalah ini, maka sikap tegas dan keras harus ditunjukkan oleh DPD PDIP DIJ. Dia pun mengaku, sudah menyiapkan SK pemecatan kepada para kader yang berpihak pada lawan politik.
“Ada di tiga DPC, baik Bantul, Gunungkidul maupun Sleman. Semua akan kami pecat, data kader yang membelot sudah masuk ke DPD,” tegasnya.
Khusus di Gunungkidul, Bambang terus meminta masukan data kader kader membelot. Untuk sementara sudah dikantongi dua nama kader yang berkhianat. “Tapi saya yakin, lebih dari dua. Makanya terus kami telusuri untuk pemecatan,” tandasnya.
Sementara itu di Bantul, partai telah memecat lima kader yang terbukti tidak tunduk pada putusan dan ketetapan partai. Di Sleman juga demikian, satu kader dipecat karena menjadi cawabup, Sri Muslimatun.
Bambang menegaskan, kekalahan di tiga pilkada sulit untuk dimaklumi.Untuk itu evaluasi tingkat internal juga segera dilakukan. Termasuk mendalami teori teori money politic, yang disinyalir menjadi salah satu pemicu kekalahan. “Soal politik uang kami memang belum memiliki data pasti, dan ini akan kita jadikan kajian bersama untuk kepentingan partai ke depan,” bebernya.
Ketua DPC PDIP Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, semua kader tidak boleh larut dalam kekalahan. Namun harus bersama sama bangkit untuk bisa mengkritisi kebijakan di pemerintahan. “Semua sudah berjalan maksimal, dan ini memang kehendak Tuhan, PDIP belum dipercaya memenangkan pilkada,” ucapnya.
Sebagai pimpinan partai, dia segera membuat laporan kepada DPP PDIP mengenai hasil pilkada, dan semua proses yang dilakukan. “Saya selaku penanggung jawab proses pilkada, siap untuk mempertanggungjawabkan. Kader tidak perlu takut, dan saya ajak untuk tetap berkarya,” katanya. (gun/jko)