BANTUL – Coblosan pemilihan kepala daerah (pilkada) belum genap sepekan berlalu. Tetapi, wacana kocok ulang alat kelengkapan (alkap) DPRD sudah mulai berhembus. Adalah Ketua DPD PAN Bantul Mahmud Ardi Widanto yang memunculkannya.
Putra politisi senior PAN DIJ Totok Daryanto ini mengatakan, kocok ulang alkap sebagai keniscayaan. Mengingat, ada satu partai politik (parpol) pengusung pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih (Suharsono-Halim) yang belum masuk dalam komposisi alkap DPRD. Yakni, PKB. “Sebagai wujud apresiasi PAN kepada agen perubahan di Bantul (PKB) kita wujudkan dalam koalisi di parlemen,” terang Ardi di sela acara Syukuran Sukses Pilkada dan Menyambut Perubahan di Bantul yang digelar di Oemah Kampoeng, kemarin (13/12).
Ardi mengaku pernah melakukan pembicaraan dengan Suharsono. Salah satu materi pembicaraan mengenai koalisi di parlemen Bantul. Dari pembicaraan ini diketahui, Suharsono menginginkan koalisi gemuk.
Namun demikian, Ardi melanjutkan, belum mengetahui fraksi apa saja yang akan masuk dalam daftar koalisi pendukung pemerintah.
“Kalau soal itu (anggota koalisi), saya belum berani berkomentar,” ujarnya.
Menurutnya, PAN memang bersikap abstain dalam pilkada. Tetapi, faktanya tidak sedikit pengurus PAN yang menjadi anggota relawan pemenangan Suharsono-Halim. Mereka tergabung dalam bendera gerbong biru. “Sedari awal PAN menyuarakan perubahan,” tandasnya.
Lebih dari itu, kata Ardi, PAN juga akan komit mengawal perubahan di Kabupaten Bantul dalam lima tahun ke depan dengan menjadi parpol pendukung pemerintah.(zam/din/ong)