JOGJA – Musim liburan telah tiba. Kema-cetan di wilayah kota Jogja pun mulai te-rasa. Tempat parkir kendaraan yang sebe-lumnya lowong, kini mulai penuh. Bahkan, saat akhir pekan seperti Minggu (12/12) lalu, bus pariwisata hanya berputar-putar mencari tempat parkir.Alhasil, jalan menuju tempat parkir pun penuh. Seperti akses menuju Tempat Khu-sus Parkir (TKP) Ngabean. Jalan Letjend Suprapto lepas perempatan Jlagran macet parah
Lebih dari dua kilometer ken-daraan mengantre lampu hijau traffic light. Kendaraan limpahan dari Malioboro yang ditutup, memperparah kondisi itu.Hal yang sama juga terjadi di Jalan Wakhid Hasyim. Bus yang tak dapat parkir di TKP Nga-bean melewati jalan sempit ini. Itu memperpanjang antrean kendaraan di traffic light Jokteng (Pojok Beteng) Kulon.Kunjungan wisatawan musim liburan akhir tahun ini memang menghadapi kendala infrastruktur. Tempat parkir bus besar yang akan mengantarkan wisatawan ke Ma-lioboro sudah berkurang.
TKP Abu Bakar Ali yang bisa menampung puluhan bus besar masih dalam proses pembangunan.Bus yang kecelik pun akhirnya harus berputar-putar. Ini juga membuat parkir menumpuk di TKP Senopati dan TKP Ngabean. Jalan menuju kedua tempat par-kir itu, menjadi penuh. Apalagi, volume jalan di Kota Jogja yang kecil. Kian menambah kecil an-trean di jalan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Di-nas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja Golkari Made Yuli-anto menegaskan, pihaknya akan bersikap tegas terhadap bus yang memilih parkir sembarangan di bahu jalan. Dishub akan meng-gusur bus tersebut.”Kami sudah siapkan. Kalau di kedua tempat parkir penuh, bisa di Pasar Niten, Jalan Bantul, Stasiun Tugu, atau di Jalan Ve-teran. Kami perkirakan cukup. Karena parkir itu tidak bersam-aan,” ujar Golkari.
Dia menambahkan, bus pariwi-sata biasanya memanfaatkan par-kir di tepi jalan umum atau di titik sekitar jembatan. Dishub kerap menemui di sekitar Jembatan Se-rangan dan Jembatan Sayidan. “Kami sudah pasang rambu la-rangan di sana,” terangnya.Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti memprediksi, kunjungan wisa-tawan naik 10-12 persen. “Se-karang sudah mulai ada kenai-kan wisatawan yang datang ke Kota Jogna, tapi kami antisi-pasi di angka tersebut,” ucap Haryadi.
HS, panggilan akrab Haryadi Suyuti menambahkan, angka 10-12 persen merupakan angka realistis. Mengingat, suasana libur panjang akhir tahun tidak seperti saat libur Lebaran. Saat ini, liburan panjang akhir tahun yang diperkirakan padat mulai akhir pekan ini justru ada di tengah musim penghujan.Karena itulah, saat ini pihaknya fokus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang berpotensi men-ghambat arus lalu lintas saat libur panjang. Di samping itu, pekerjaan yang belum selesai juga berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi pengendara. “Ada beberapa pekerjaan yang belum selesai, seperti revitali-sasi Titik Nol Kilometer, kemu-dian pembangunan Abu Bakar Ali. Kami koordinasikan dengan DIJ. Kami berharap sebelum tanggal 20 Desember ini, se-muanya sudah selesai diker-jakan,” terang HS.
Disinggung terkait penataan lokasi parkir, HS mememastikan tidak dilakukan tahun ini. Pena-tan parkir baru akan dilakukan tahun depan. Ia menyebut, per-soalan parkir selalu muncul di setiap musim liburan.Ia memastikan persoalan par-kir tetap bisa dikendalikan asal ditata dan semua pihak tertib mematuhinya. (eri/jko/ong)