SYUKRON ARIF MUTTAQIEN/Radar Jogja
KUNJUNGAN MEDIA: Penasihat Kepanitian Jumenengan KPH Kusumo Parasto didampingi panitia jumenengan PA X memberikan cenderamata foto putra mahkota KBPH Prabu Suryodilogo kepada GM Radar Jogja Berchman Heroe, kemarin (16/12).
JOGJA – Kadipaten Puro Pakualaman terus bersiap menjelang jumeneng Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam (PA) X yang akan digelar Kamis Legi, 7 Januari 2016 atau bertepatan dengan 26 Mulud 1949. Penobatan putra mahkota Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo akan dilkasanakan di kagungan dalem Bangsal Sewotomo.
Penasihat Kepanitian Jumenengan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Kusumo Parasto mengatakan, pihaknya saat ini sudah mulai metani (menginventarisir) tamu undangan, termasuk dari kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa. “Yang sudah pasti diundang adalah raja-raja di Jawa, seperti Keraton Surakarta, Mangkunegaran, Keraton Kasepuhan Cirebon, yang lain sedang dipetani,” katanya, kemarin (16/12).
Selain kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa, beberapa kerajaan di luar Jawa, seperti kerajaan Gowa dari Sulawesi Selatan juga diundang. Selain kerajaan-kerajaan, panitian jumeneng PA X juga akan mengundang Presiden dan Wakil Presiden RI, beberapa menteri, serta duta besar. “Sekarang sedang seleksi terakhir, dan dalam waktu dekat undangan sudah disebar,” jelasnya.
Penghageng Urusan Pembudayan Pakualaman ini menambahkan, persiapan lain juga sudah dikerjakan panitia, seperti perbaikan kereta Kyai Manik Kumolo. Kereta tersebut yang akan dinaiki PA X saat kirab nanti. Puro Pakualaman rencananya juga akan meminjam satu kereta milik Keraton Jogja. Kereta tersebut akan dinaiki ampilan dan sejumlah pangeran Puro Pakualaman. “Kemungkinan ada lima kereta untuk kirab. Empat milik Puro, satu milik Keraton,” kata Kusumo.
Sementara itu, dalam siaran pers Puro Pakualaman menyebutkan, acara jumenengan dipusatkan di kagungan dalem Bangsal Sewotomo Kadipaten Pakualaman. Tahapan Jumeneng Dalemdimulai dari saat KBPH. Prabu Suryodilogomengenakan busana kebesaran Adipati Paku Alam di gedung Maerakaca. Selanjutnya KBPH Prabu Suryodilogo sumenedi pendapa Sewarengga.
Berikutnya akan berjalan melalui Witana, yakni teras dari pendapa Sewarengga menuju dalem agengPrabasuyasa. Di sana KBPH Prabu Suryodilogo mengenakan kelengkapan karset (kalung) dan cincin kagungan dalem. Kemudian berjalan menuju Bangsal Sewatama didahului kerabat dalem yang membawa tombak Kanjeng Kyai Buyutdan Kanjeng Kyai Paku Baru. Keduanya adalah pusaka utama Kadipaten Pakualaman yang diturunkan mulai dari Paku Alam I.
Setelah itu beliau duduk di kagungan dalem Bangsal Sewatama untuk menerima penyematan bintang atau bros kebesaran Adipati, serta mengenakan keris pusaka Kanjeng Kyai Buntit. Penyematan bintang atau bros kebesaran serta keris Kyai Buntit adalah simbol resmi pelantikan sebagai Adipati Paku Alam yang bertahta dan berhak menyandang gelar KGPAA Paku Alam X.
Setelah proses penyematan usai, KGPAA Paku Alam X menyampaikan pidato paneteging karsa. Dalam kesempatan ini, KGPAA. Paku Alam akan menegaskan visi-misi Kadipaten Pakualaman yang disarikan sebagai “pengemban kebudayaan.” Setelah pidato paneteging karsa,disusul pembacaan undang atau pemberian gelar kepada permaisuri dan rayi-rayi dalem. Rangkaian Jumeneng DalemPA X akan ditutup dengan penampilan beksan Bedhaya Panji Angrana Kung. Tarian ini merupakan yasan dalemPaku Alam ll.
Siang harinya akan digelar kirab Ageng Jumeneg Dalem PA X mengelilingi Pakualaman. KGPAA PA X akan menaiki kereta Kyai Manik Kumala disusul kerabat dan sentana dalem yang akan menaiki kereta Kyai Rara kumenyar, Kyai Brajanala dan Kyai Manik Braja. Proses kirab ini sebagai bentuk perkenalan Adipati baru kepada masyarakat luas. (pra/jko/ong)