GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
RAUP KEUNTUNGAN: Salah satu andong yang melintas Titik Nol. Selama liburan ini, dalam sehari, mereka membawa wisatawan dua sampai empat kali putaran. Tempat yang jadi favorit wisatawan Kraton Jogjakarta, Tamansari, Malioboro, Alun-alun Utara dan Selatan.
JOGJA – Para kusir andong di sekitaran Jalan Malioboro disulitkan dengan pe ru bah-an di Titik Nol Kota Jogja. Na mun, semua itu tidak me-ngu rangi hasil berlebih sela-ma musim liburan ini. De-ngan membludaknya wisata-wan, kusir andong bisa me nang guk banyak untung.
Mugiran, 63, salah seorang ku sir andong di lokasi wisa-ta Malioboro mengatakan, di ri nya mampu mengantar pa ra wisatawan berkeliling lo ka si wisata Kota Jogja, dua sam pai empat kali putaran. Jum lah ini lebih banyak di-ban ding hari-hari biasa. “Kalau hari biasa, hanya sa-tu sampai dua kali putaran su dah bagus mas. Ini bisa le-bih, disyukuri saja,” ungkap Mu giran di sekitar lokasi wi-sa ta Malioboro, kemarin (25/12).
Mugiran meneruskan, da-lam dua hari ini sudah me-ngan tar rombongan wi sa ta-wan berkeliling sebanyak li ma kali. Sekali putaran, ta-rif nya dikisaran Rp 150 ribu sam pai Rp 300 ribu. Bisa di-hi tung berapa pendapatan pa ra kusir andong dalam musim liburan ini. “Biasanya sekali jalan ma-sih satu kelompok. Satu rom-bongan bisa empat sampai delapan orang,” imbuhnya.
Ia mengatakan, beberapa lokasi yang menjadi pilihan, di antaranya Kraton Jogja-karta, Tamansari, Malio-boro, Alun-alun Utara dan Se la tan. Di samping itu, ia ju ga bisa mengantarkan wisa-ta wan ke lokasi pusat oleh-oleh. “Intinya, berkeliling pusat Kota Jogjakarta,” katanya. Dengan bertambahnya wisatawan, jadwal operasi kusir andong menjadi lebih fleksibel. Dari yang biasanya berangkat pukul 08.00 dan selesai pukul 20.00, kini waktu ditambah hingga ham-pir pukul 22.00.”Tapi lihat kondisinya mas, kalau sudah malam capek ya pulang. Jalan di nol kilometer juga hati-hati kalau lewat situ,” ungkapnya.(riz/hes/ong)