AMAR RIYADI/RADAR JOGJA
JEMPUT BOLA: Petugas PT Jasa Raharja dan kepolisian saat melakukan pelayanan terhadap korban yang sedang dirawat di rumah sakit beberapa waktu lalu.

Jogja Istimewa dengan Pelayanan Terpadu

Slogan Jogja Istimewa tak hanya milik Pemprov DIJ dan masyarakat Jogjakarta saja. Kini, seluruh instansi dan elemen masyarakat Jogjakarta ikut men-dengungkan tagline baru Provinsi DIJ. Salah satunya PT Jasa Raharja.
logo-jasa-raharjaSEBAGAI bentuk dukungan-nya, PT Jasa Raharja mewujud-kan aksi nyata dengan memben-tuk kesepakatan bersama pe-layanan terpadu korban ke-celakaan lalu lintas dan angkutan jalan. Tujuannya untuk me-ningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.”Kami ingin mengemplemen-tasikan pesan Hamemayu Hayuning Bawana yaitu ke-wajiban untuk melindungi, me-melihara serta membina ke-selamatan dunia dan lebih mementingkan berkarya untuk masyarakat daripada kepen-tingan pribadi,” kata Kepala PT Jasa Raharja DIJ I Ketut Suar-dika, kemarin.
Menurutnya, kesepakatan ber-sama pelayanan terpadu me-rupakan sebuah tekad untuk mengayomi masyarakat melalui upaya jemput bola terhadap korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan. Hal ini sesuai dengan amanat UU 33 Tahun 1964 dan UU 34 Tahun 1964. “Pos pelayanan terpadu merupakan tekad dan semangat Jasa Raharja,” tandas Suardika.
Semangat tersebut, sesuai dengan konsep pelayanan PT Jasa Raharja yaitu PRIME (Proaktif, Ramah, Ikhlas, Mudah, Empati). Setiap pegawai Jasa Raharja diminta mengimplem-tasikan slogan Prime dalam setiap aktivasnya dalam me-layani korban kecelakaan lintas dan angkutan jalan.”Ini bagian dari gerakan Jogja Gumregah yaitu keterlindungan warga menjadi pemantik se-mangat tim pelayanan terpadu untuk selalu mumpuni dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada korban kecelakaan lalu lintas dan ang-kutan jalan,” jelasnya.
Suardika menambahkan, besaran santunan bervariasi. Untuk korban luka-luka kecelakaan lalu lintas darat dan laut nilai santunan maksimal Rp 10 juta dan Rp 25 juta untuk korban meninggal dunia. Sedangkan untuk korba luka ang-kutan udara santunan maksimal Rp 25 juta dan korban me ninggal dunia Rp 50 juta.
Besaran santunan tersebut sesuai Peraturan Menteri Ke-uangan RI No. 36/PMK/010/2008 tentang besaran santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dan Peraturan Menteri Keuangan nomor 37/PMK.010/2008. ” Apabila korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan biaya pengobatannya melebihi yang dijaminkan oleh Jasa Raharja berdasarkan kese pakatan bersama, BPJS Kesehatan dan atau Dinas Kesehatan melalui Jamkesos/Jamkesda akan men-jadi penjamin kedua,” terang Suardika. (mar/din/ong)