RIZAL SETYO NUGROHO/Radar Jogja
MEMBAUR: Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwanto di tengah kepadatan arus lalu lintas malam tahun baru di sekitar Tugu Jogja, Kamis (31/12) malam.

Tengok Kanan Kiri, Tiap Kali Berhenti Menyapa Warga

Ada yang beda dalam pengamanan pergantian tahun oleh Polda DIJ, kemarin malam. Kapolda bersama para direkturnya mengadakan patroli dengan cara bersepeda. Patroli dimilai setengah sembilan malam, hingga malam pergantian tahun. Berikut laporannya.

RIZAL SN, Jogja

LENGKAP dengan helm dan kaus tangan, Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwanto berangkat menggowes sepeda dari Mapolda DIJ, Kamis (31/12) malam. Didampingi beberapa pejabat Polda DIJ, seperti para direktur, kepala biro (karo), dan kepala bidang (kabid), Kapolda berangkat sekitar pukul 20.30 WIB.

Sebagai penghobi olahraga ekstrem sepeda dunhil, mengayuh sepeda patroli memang tidak terlalu berat bagi Kapolda. Namun tetap memiliki sensasi tersendiri. Terlebih, bersepeda menyusuri jalanan Kota Jogja jelang perayaan tahun baru.

“Enak semuanya. Karena masing-masing ada spesifikasinya. Kalau dunhill lebih ke memacu adrenalin, sedangkan sepeda ini kan ke arah sport. Pasti berbeda,” ungkapnya kepada Radar Jogja di Pospam Teteg jelang pergantian tahun, kemarin.

Selain itu, bersepeda dengan sepeda patroli polisi juga lebih santai. Sehingga akan lebih mudah mengamati dan menyapa warga di sepanjang jalan. “Kita tidak pakai timer, karena ini kan sifatnya patroli. Jadi tidak cepet-cepetan, kalau cepet-cepetan tidak jadi patroli,” tambahnya lalu tertawa
Jenderal polisi bintang satu di pundak itu mengatakan, pada malam tahun baru kemarin, dia memang ingin suasana lain. Setelah acara sertijab dan kenaikkan pangkat polisi yang biasanya dilakukan siang, dia geser pelantikannya berlangsung malam hari. Di samping itu, dia memilih melakukan patroli dengan cara bersepeda ketimbang dengan kendaraan lain.

“Dengan sepeda jauh lebih efektif, karena kecepatannya kan rendah, sehingga bisa mengamati dan berkomunikasi dengan masyarakat lebih intens. Itu kan tidak bisa dilakukan kalau dengan motor, atau mobil,” terangnya.

Setelah berangkat dari Mapolda DIJ di Ringroad Utara, Condongcatur, rombongan berjalan ke selatan menyusuri Jalan Afandi, Gejayan. Selama perjalanan, Kapolda mengamati arus lalu lintas dengan cermat. Sambil mengayuh sepeda, Kapolda melihat kanan kiri jalan. Sesekali dia menyapa masyarakat. Termasuk saat berhenti di lampu merah, atau karena arus lalu lintas sedang melambat.

Tidak terasa setelah gowes kurang lebih selama setengah jam, sampai lal di pospam pertigaan Jalan Solo. Di pos jalan protokol ini, Kapolda menyempatkan berhenti untuk mengamati lalu-lintas. Setelah itu masuk ke pos untuk melihat kondisi petugas yang piket di pos tersebut. Kapolda juga menyempatkan untuk menyapa warga.

Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke arah barat menyusuri Jalan Laksda Adisutjipto/Jalan Solo hingga sampai ke Tugu Jogja. Kapolda kembali berhenti dan kembali menyempatkan berbincang dengan para remaja yang telah tumpah ruah di pinggir jalan sekitar perempatan Tugu Jogja. Setelahnya, rombongan kembali berjalan ke selatan menuju Pospam Teteg Jalan Malioboro. Jarak Mapolda DIJ-Pospam Teteg kira-kira ditempuh dalam waktu setengah jam.

“Pada malam tahun baru, kami terjunkan 1.500 personel, untuk pengamanan malam tahun baru. Dengan berpatroli sepeda ini, kami memberikan motifasi kepada anggota polisi dan juga masyarakat agar bersama-sama ikut menjaga kamtibmas,” tandasnya.

Dirlantas Polda DIJ Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamoji yang ikut dalam rombongan mengaku mendapatkan pengalaman berbeda berpatroli dengan sepeda. Dia menyebut, sepeda yang ia naiki lebih ringan dan nyaman dikayuh. “Ini pengalaman baru. Mantap sepedanya, membuat badan sehat juga. Ini buktinya sampai berkeringat banyak,” ujarnya saat beristirahat di samping pospam.

Sekadar diketahui, untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru 2016, Polda DIJ mendapatkan bantuan 100 sepeda dari Mabes Polri. Dari jumlah tersebut, 20 unit diperuntukkan bagi Mapolda DIJ, 20 unit untuk Polresta Jogjakarta. Sedangkan Polres Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul, masing-masing mendapatkan 15 unit.

Sepeda tersebut sudah ditandai dengan plat nomer masing-masing. Di bagian stang terdapat lampu sorot dan juga sirine yang dapat dibunyikan dengan memencet tombol dekat pegangan tangan.

Sementara itu, di bagian belakang terdapat tas yang difungsikan sebagai bagasi. Isinya ada helm, ban serep, pompa angin, bermacam-macam kunci, lampu senter, kaus tangan dan juga lampu.

“Kebetulan kami dapat bantuan sepeda dari mabes. Namun sejatinya, patrol bersepeda ini sudah sering juga dilakukan. Hanya saja, karena ini malam tahun baru, patrol sepedanya diperbanyak. Apalagi dengan ketambahan bantuan dari mabes tersebut,” jelas Kapolda.(jko/ong)