Kuncinya Bikin Nyaman

FESYEN saat ini tak hanya tentang kebutuhan sandang. Fesyen telah jadi bagian dari gaya hidup untuk memupuk rasa percaya diri. Tren fesyen yang terus berkembang menjadi satu hal yang layak diikuti, kendati tetap harus mempertahankan kenyamanan.

Setiap manusia pasti memiliki gaya berbusana tersendiri. Baik itu ter-inspirasi dari tren saat ini hingga menjadi gaya busana yang mencer-minkan diri sendiri. Begitu juga se-orang Fransiska Lintang Kusumaning Ratri. Perempuan yang akrab disapa Lintang ini memiliki gaya tersendiri. “Kalau aku pribadi enggak punya konsep tertentu untuk fesyen. Me-nyesuaikan pada tempat dan nyaman dipakai. Soalnya kalau nyaman pasti jatuhnya jadi percaya diri,” katanya, kemarin.

Perempuan kelahiran Jogjakarta, 2 Desember 1988 ini memiliki cara tersendiri mengatur gaya berdandan-nya. Untuk harian, dia cenderung memilih gaya yang santai. Me madukan celana panjang dengan atasan semiformal, kaus hingga dress.Untuk mix and match, Lintang tak terlalu mengikuti tren.

Sebab, bagi-nya tren baju yang sedang hits tidak selamanya nyaman untuk dikenakan. Lintang menjelaskan, terkadang dalam mengikuti tren cenderung menjadi-kan orang lain sebagai acuan. Sedangkan setiap orang memiliki gaya dan selera yang berbeda dalam berbusana. “Kalau masalah meng-ikuti tren aku tak terlalu mengikuti. Karena tak semua tren baru cocok di badan,” ungkapnya.

Meski begitu, kalau kebetulan busana yang sedang tren itu pas di badannya, Lintang tak segan untuk memakainya. “Jika bisa membuat saya nyaman dan percaya diri ya dipakai,” kata lulusan Pascasarjana Komunikasi Fisipol UGM Jogjakarta ini.

Sementara untuk koleksi fashion dan pernak-perniknya, Lintang tidak terlalu shopaholic. Saat ini koleksinya yang mengisi lemari sudah dianggap cukup. Lintang memiliki ide kreatif dalam memadu padankan koleksinya.Mix and match baju sering dia lakukan agar terlihat lebih fashion-able. Alasan lainnya, agar tidak bosan dan terkesan yang dipakai itu-itu saja. Untuk mewujudkan ide kreatif dalam padu padan juga berangkat dari inisiatif sendiri. Meski begitu, tak jarang pula dia menjadikan artikel fesyen di majalah dan media sosial sebagai sumber insiprasi.

Jahit menjahit pun menjadi salah satu cara Lintang mewujudkan idenya. Dengan cara ini, dia merasa lebih bebas untuk tampil fashionable. Sebab, dia bisa membuat baju yang belum tentu ada di pasaran. Selain itu, dengan cara seperti ini, dia dapat tampil lebih percaya diri. “Aku lebih suka jahitin baju ke-timbang beli. Soalnya aku tidak ter-lalu suka pakai baju yang pasaran artinya banyak yang pakai. Jadi aku bisa bikin model yang aneh-aneh sesuai ideku,” ungkapnya.

Lintang berharap pecinta fesyen mau terbuka. Selama ini, fesyen identik dengan barang branded dan mahal. Padahal untuk menjadi fa-shionable tidak harus dengan modal yang mahal. Kuncinya hanya tampil percaya diri dan nyaman dengan apa yang dikenakan. “Bukan tentang se berapa mahal dan sedang trendnya suatu barang. Tapi nyaman,” pung-kasnya. (dwi/ila/ong)