RADAR JOGJA FILE
MIX AND MATCH: Pilih-pilih busana untuk tampil lebih percaya diri dan sesuai tren. Meski begitu, menyiasati menumpuknya baju di lemari bisa lakukan dengan mix and match sejumah koleksi yang sudah dimiliki sebelumnya dan disesuaikan dengan tren terkini sehingga tak akan salah kostum.

Masih ingat dengan band Clubeighties? Warna terang dan cenderung tabrakan jadi ciri khas style panggung band yang mengusung musik pop tahun 1980-an. Kurang lebih seperti itulah gambaran tren 2016 yang akan mengadopsi gaya di era 1980-an.

GAYA 1980-AN KEMBALI JADI TREN

WARNA cetar, tabrakan, atasan longgar, dan rok megar, beberapa gambaran style era 1980-an yang akan jadi tren di tahun ini. Jika kakak, ibu atau tante masih menyimpan kol-eksinya di lemari, tidak ada salahnya mengintip dan mencobanya. Siapa tahu, overall atau kulot polkadot jadi harta karun di awal tahun. “Tren untuk tahun ini, sebenarnya cenderung flashback ke era delapan puluhan,” ujar desainer Endarwati Subanar kepada Radar Jogja, kemarin.Tren fesyen memang selalu ber putar. Era 1980-an identik dengan warna-warna shocking atau warna-warna cetar. Saat Jakarta Fashion Week 2015 lalu, warna merah juga jadi tema yang diangkat untuk tren fesyen 2016.Pemilik label Citrakarya ini me-ngatakan, tema keseluruhan tren tahun ini yakni Resistance atau perlawanan.

desainer-endarwati-for-herDEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
TREN: Desainer Endarwati Subanar dan deretan karya busana terbaru miliknya yang dipamerkan di sebuah hotel bintang lima beberapa waktu lalu.
Namun bukan melawan dalam arti memberontak, tetapi lebih kepada bagaimana menghadapi dan bertahan pada suatu kejadian. Misalnya, di tengah gejolak per-ekonomian ini bagaimana tetap harus berkreasi dan mengaplikasikan sesuatu agar bisa menjadi suatu tren.Endarwati menjelaskan, untuk style, dia lebih memilih kepada Biopop di mana penciptaan berdasarkan kegembiraan, harapan baru dalam mengolah sumber daya alam. Itu tampak pada pilihan warna yang cerah. “Seperti koleksi saya yang tabrak warna dan cerah ceria,” paparnya.

Menurutnya, meski dari sisi warna adalah warna shocking yang akan menjadi highlight, bukan berarti mereka yang tidak suka warna cetar tidak bisa mengikuti tren. “Bagi yang berani sekali bisa me-milih warna yang terang. Tapi bagi yang tidak, bisa memilih warna yang lebih soft, namun tetap ditabrakan,” ujarnya.

Sedangkan untuk motif, tartan atau kotak-kotak akan merebak. Dengan pola yang besar ataupun kecil bisa diaplikasikan untuk gaya di tahun ini. Demikian juga dengan motif flora, namun dengan pola motif yang besar dan beraneka dalam satu lembar kain. “Flora gede-gede juga jadi ciri khas 1980-an yang memang mencolok, kalau ada garis, garisnya pun yang tebal-tebal,” ujarnya.Baju-baju ketat sudah akan di-tinggalkan di 2016.

Sama halnya dengan celana raw dengan sobekan tak ter-tata. Tahun ini kulot atau palazo yang jadi ciri 1980-an kembali beredar. Hot pants akan terganti dengan bermuda. Overall akan jadi gaya yang semakin terlihat trendi. Terlebih dengan paduan kemeja-kemeja longgar. “Kalau sepatu, model flat shoes jadi tren lagi. Demikian dengan wedges masih akan banyak beredar. Serta sepatu oxford juga akan jadi tren,” ujarnya. (dya/ila/ong)

Do and Don’t agar Tak Salah Kostum

ERA 1980-an sebenarnya banyak mengadaptasi style Jepang dengan potongan longgar seperti kimono. Apa saja sih yang masih bisa digunakan dan harus ditanggalkan dulu di tahun ini? Yuks kita intip.

  • Beberapa gaya di tahun 2015 yang masih bisa di mix and match salah satunya celana jogger. Celana ini bisa dipadukan dengan kemeja longgar dengan potongan pendek. Outer yang banyak jadi style di 2015 juga masih bisa diterapkan di 2016.
  • Overall muncul kembali. Gaya yang beda bisa dipadu-kan dengan kemeja yang agak longgar tapi tidak terlalu panjang bawahnya, karena akan dimasukan. Untuk tampilan casual, overall denim bisa dipilih warna yang dark.
  • Tinggalkan baju-baju ketat. Ganti dengan kemeja-kemeja longgar.
  • Cutting lebih kepada jahitan yang sophisticated dan sempurna sehingga tampak clean. Jahitan benar-benar bagus dan tidak boleh serampangan. Itu cocok untuk diterapkan ke baju-baju kerja untuk wanita karir, sehingga lebih kelihatan elegan dan cantik.
  • Tabrak warna tapi bukan atas bawah atau two pieces bisa diaplikasikan untuk baju pesta. Tapi dalam satu kain ada perpaduan warna yang tabrakan. Itu yang jadi acuan gaya di tahun 1980-an. Materi bahannya bisa dipilih yang lebih shining, seperti silk ataupun satin.
  • Rok potongan lebar atau megar jadi pilihan untuk gaya yang lebih feminin. Tidak terlalu panjang, tapi masih dibawah lutut. Potongan circle atau lipit-lipit jadi gaya ala tahun 1980-an.
  • Untuk mengimbangin kemeja atau baju longgar, bisa dipilih kalung coker.
  • Belt bisa digunakan untuk mengantisipasi mereka yang belum biasa pakai style longgar. (dya/ila/ong)