KULONPROGO – Program Bedah Menoreh yang digagas Bupai Kulon-progo Hasto Wardoyo direncanakan akan menghubungkan bandara dengan wilayah kabupaten tetangga di Jawa Tengah. Akses jalan yang ada dalam program Bedah Menoreh akan dibangun melalui perbukitan Menoreh dengan lebar sekitar 14 meter. “Jalan itu akan menjadi jalur yang menghubungkan Bandara Internasional di Temon, Kulonprogo, dengan wilayah Kabupaten Magelang dan sebagian Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah,” terang Sekda Kulonprogo RM Astung-koro suai menerima kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke calon lokasi bandara di Sat Radar Congot, Desa Jangkaran, Temon (3/1).

Dijelaskan, jalan yang akan dibangun memalui program Bedah Menoreh juga sudah dibicarakan antara Bupati Hasto dan Ditjen Binamarga Kemen-terian PU dan Perumahan Rakyat, kendati masih dalam konteks proposal. Rencananya, dana ratusan miliar akan dialokasikan untuk Bedah Menoreh ini. “Mudah-mudahan pembicaraan bisa berlanjut. Karena perlu membebaskan tanah dan desainnya harus dipastikan. Nanti itu diharapkan tembus dari Magelang ke arah bandara,” jelasnya.

Menurut Astungkoro, dengan di bukanya akses jalan itu, maka akses ekonomi di sekitar wilayah Menoreh menjadi lebih lancar. Sebagian ruas jalan itu rencananya akan dibuka dan dibangun oleh investor penambangan andesit. “Sekarang sudah taraf pembicaraan dengan masyarakat untuk ganti rugi tanah oleh investor. Karena ada tujuh warga yang minta direlokasi karena ikut terkena. Ini nanti akan nyambung dengan Purworejo juga, tapi tidak banyak,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Sukoco mengatakan, Pemprov DIJ masih meminta di-lakukannya survei ulang terkait Bedah Menoreh. Sebab dari ruas-ruas yang diusulkan, ada yang masih tidak mungkin dilaksanakan, lantaran ter-lalu sempit dan berbatasan dengan jurang dan tebing gunung. “Minta disurvei ulang yang memenuhi ketentuan jalan. Paling tidak lebarnya 11 meter untuk jadi jalan provinsi. ”
Diterangkan, Program Bedah Menoreh ini, jalan yang akan dibangun mulai utara di wilayah Kecamatan Kalibawang yang berbatasan degan Kabupaten Magelang. Ada juga yang berbatasan Kulonprogo dengan Kabupaten Purworejo hingga kemudian me-nyambung ke wilayah Temon. “Ada jalan baru, ada juga jalan lama yang hanya perlu diperlebar. Tahun 2015 yang sudah dilaksanakan dari Bedah Menoreh dengan anggaran APBD Kulonprogo. Namun dengan anggaran seperti itu, perlu waktu lama. Rp 100 miliar saja belum tuntas, perlu dukungan pusat,” terangnya. (tom/laz/ong)