GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GLADI RESIK: GBPH Yudhaningrat (hijau) dan BPH Hario Danardono (putih) meninjau kesiapan gladi Kirab Ageng Jumenengan KGPAA Paku Alam X di wilayah Kadipaten Pakualaman, Minggu (3/1).
JOGJA – Mendekati Jumenegan Dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X, Kamis (7/1) nanti berbagai persiapan dilakukan. Ter-masuk gladi jumenengan yang diadakan di Bangsal Sewatama Kadipaten Pa-kualaman, Minggu (3/1) kemarin. Seluruh keluarga dan kerabat Pakualaman terlihat sibuk mempersiapkan hajat besar ini

grafis-kirab-PA-X

Calon Permaisuri KGPAA PA X BRAy Atika Suryodilogo ter lihat sibuk dalam persiapan ini. Dia terlihat menjalani gladi resik jumenengan bersama BPH Hario Danardono dan kerabat Paku-alaman lainnya. Dalam kesem-patan ini posisi KBPH Suryo dilogo digantikan sementara oleh adik bungsunya. KBPH Suryodilogo sempat melihat prosesi gladi resik dari sisi barat Bangsal Sewatama.Calon Permaisuri KGPAA PA X BRAy Atika Suryodilogo berharap, prosesi lancar hingga hari H ju-menengan nanti. “Kita harus ngepas-ngepas dan menata hati serta fisik supaya mas Suryo dilogo tidak sakit. Pastinya siap untuk mengemban amanah dengan baik,” ungkapnya ditemui di Bangsal Sewatama, kemarin.

Prosesi Jumenengan Dalem KGPAA PA X sedikit berbeda dengan jumenengan dalem KGPAA IX. Menurut Ketua I Bidang Adat KPH Indrokusumo, jumenengan kali ini lebih lengkap. Seperti adanya upacara dalam miyos pusaka dalem.Dulu, saat Jumenengan Dalem KGPAA PA IX pusaka langsung diletakkan di Bangsal Sewatama. Namun untuk kali ini terlebih dahulu diawali dengan prosesi upacara. Selepas dari gedung pusaka, lalu menuju Dalem Ageng dan diletakkan di Bangsal Sewatama. “Melengkapi upacara yang dulu. Terutama untuk pusaka yang digunakan dalam jume-nengan dalem,” kata Kanjeng Indro, sapaannya.

Prosesi ini terdiri dari 14 rang-kaian acara. Diawali dengan keluarnya KBPH Suryodilogo dari Maera Kaca menuju Bang-sal Sewarengga. Selanjutnya menuju Praci Wetan dan me nuju Dalem Ageng. Hingga ke Bang-sal Sewatama melalui pintu utama.Sebelum jumeneng, KBPH Suryodilogo terlebih dahulu duduk di sisi barat Palenggahan Dalem KGPAA PA X. Penobatan dilakukan oleh kerabat Paku alam tertua. Keris Kanjeng Kyai Bun-tit disematkan sebagai tanda sahnya KBPH Suryodilogo men-jadi KGPAA PA X. “Belum diketahui siapa yang akan melantik tapi sudah kita undang. Ada cucu dari KGPAA V hingga KGPAA VII, masih dalam konfirmasi. Untuk keris Kyai Bun-tit pernah digunakan jumenengan KGPAA PA II dan KGPAA PA III,” kata Kanjeng Indro.

Selain keris, beberapa pusaka juga dikeluarkan dalam jume-nengan dalem ini. Seperti dua tombak Kyai Buyut dan Kyai Paku Baru. Selain itu, gamelan Kyai Telogo Muncar dan Kyai Ruming Raras di sisi barat Bang-sal Sewatama.Sedangkan di depan atau regol pintu masuk Pakualaman ada Kyai Cara Balen dan Kyai Mong-gang. Gamelan pusaka yang biasa dimainkan saat jumenengan Kanjeng Kyai Rinding pun turut dihadirkan. Gamelan ini dimain-kan bersamaan dengan sahnya KBPH Suryodilogo diangkat menjadi KGPAA PA X. “Menampilkan Bedaya Angron Akung. Sedangkan untuk pe raga, kita melibatkan seluruh sau-dara dan sepupu KBPH Suryo-dilogo. Untuk prosesi jumenengan dalem diawali sejak pagi, sedang-kan di Bangsal Sewatama pukul 08.15,” katanya.

Selain keluarga dan kerabat, jumenengan dalem ini turut mengundang tamu kehormatan lainnya. Mulai dari Raja Jogja-karta dan Surakarta, raja-raja Cirebon, Kerajaan Karangasem Bali, hingga Kasultanan Gowa Makassar. Selain itu, mengundang pejabat Republik Indonesia. “Untuk RI 1 dan RI 2 belum ada kornfirmasi kedatangan. Ada beberapa duta besar asing juga yang akan hadir,” ungkap.

Ketika disinggung apakah turut mengundang kubu KPH Anglingkusumo? Kanjeng Indro-kusumo mengaku sudah me-ngundang seluruh keluarga dan kerabat Pakualaman. Meski begitu, dia tidak terlalu me-musingkan ketidakhadiran ke-luarga Anglingkusumo. Terpen-ting, niatan untuk mengundang dan melibatkan sudah dilakukan. “Sudah kita ajak tapi belum ada respons. Ada atau tidak ada, upacara Jumenengan Dalem KGPAA PA X tetap berlangsung,” tegasnya.

Kerabat Pakualaman KRMT Roy Suryo berharap tidak ada lagi polemik mengenai takhta Paku Alam. Dia berharap, dengan adanya Jumenengan Dalem KGPAA PA X seluruh keluarga dan kerabat bisa bersatu.Menurutnya, semua sudah di-undang baik dari garwa KRAy Purnamaningrum yang meru-pakan eyang dari KBPH Suryo-dilogo dan KRAy Retnaningrum. Inilah yang diinginkan, persautan keluarga Pakualaman, bersatu guyub demi Pakulaman “Insya Allah tidak ada sengketa, kita mengajak guyub dan bersau-dara,” tandas Roy. (dwi/ila/ong)