MELIHAT SEKILAS: KBPH Prabu Suryodilogo (kanan) hadir di sela gladi bersih Jumenengan Dalem atau penobatan dirinya menjadi KGPAA Paku Alam X di Bangsal Sewatama, Pura Pakualaman, Jogjakarta, Minggu (3/1).

JOGJA – Enam kereta kencana disiapkan untuk prosesi Jumenengan Dalem Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam (PA) X, Kamis (7/1) nanti. Kereta ini telah disiapkan di Bangsal Sewatama jauh-jauh hari. Lima kereta milik Kadipaten Paku-alaman dan satu kereta milik Keraton Jogjakarta.Lima kereta milik Pakualaman di antaranya Kyai Manik Koemolo, Nyai Roro Kumenyar, Kyai Brojonolo, Kyai Manik Brojo dan sebuah kereta baru dengan nama Kyai Jaladara. Adapula kereta milik Keraton Jogjakarta Kyai Rejo Pawoko
Memperlancar prosesi, panitia jumenengan dalem menggelar gladi kirab ageng. Seluruh ke-reta dilibatkan dalam kirab ini. Mulai dari kereta tertua Kyai Manik Koemala buatan 1812 hingga yang termuda Kyai Jala-dara tahun 2015.Ketua I Jumenengan Dalem KGPAA Paku Alam X KPH Indro-kusumo mengatakan, kereta Kyai Manik Brojo untuk semen-tara absen tidak ikut gladi kirab ageng. Karena kereta ini sedang dalam masa perawatan dan per-siapan untuk Kirab Ageng besok. “Untuk kuda penarik kita meng-gunakan sekitar 30 kuda,” kata-nya, kemarin (3/1).

Prosesi Kirab Ageng sendiri akan mengitari kawasan Kadi-paten Pakualaman. Diawali dari Bangsal Sewatama Paku-alaman menuju Alun-Alun Se-watama Pakualaman. Selanjut-nya, menyusuri Jalan Sultan Agung ke arah barat. Setibanya di pertigaan bioskop Permata menuju ke utara.Setelah perempatan Jalan Gajahmada menuju ke timur kawasan Bausasran. Ke mudian sampai perempatan Gayam ke timur hingga perempatan Jalan Cendana menuju ke selatan. Setelah tiba di Jalan Kusuman-gera menuju ke barat dan kem-bali lagi ke Kadipaten Paku-alaman. “Tujuan dari Kirab Ageng ini untuk mengenalkan kepada masyarakat sosok PA X saat ini. Persiapan saat ini mencapai 80 persen. Tinggal koordinasi dari prosesi Jumenengan Dalem hingga Kirab Dalem,” jelas Kan-jeng Indro, sapaannya.

Selain sentana (kerabat) Pa-kualaman, kirab ini juga meli-batkan masyarakat dan pemerin-tahan. Total ada sekitar 2.500 petugas yang disiagakan untuk pengamanan. Sebanyak 200 personel dari TNI, dan 100 dari Polisi. Sedangkan sisanya ter-diri dari berbagai elemen ma-syarakat.Ketua IV Widihasto Wasana Putra selaku penanggung jawab kirab mengungkapkan, keterli-batan masyarakat sangatlah penting. Kadipaten Pakualam sendiri, menurutnya, sangat ter-buka dalam prosesi ini. Termasuk mengajak masyarakat dalam prosesi Jumenengan Dalem. Ke-terlibatan langsung dari ma-syarakat sangat penting, tapi tetap arahan dari Pakualaman”Gladi kirab ageng ini untuk mematangkan koordinasi di lapangan. Mengamankan pro-sesi kirab sekaligus perventif adanya distorsi pada hari H,” kata Hasto.

Gladi kirab ageng sendiri me-nempuh jarak 4,1 kilometer dengan waktu 1 jam 20 menit. Rencananya, dalam kirab nan-ti diikuti oleh empat gajah dari Gembiraloka. Dua bergada Pa-kualaman Lombok Abang dan Plangkir, serta Manggala Yudha dan Bendera Kadipaten.Kemudian rombongan pem-buka di barisan terdepan, ada marching band dan Paskibraka. Begitu pula di barisan belakang juga akan ada marching band serta elemen pendukung lainnya. “Untuk waktu tempuh besok hari H kita prediksi sekitar dua jam,” pungkas Hasto. (dwi/ila/ong)