JOGJA-Masih minimnya ruang berkompetisi bagi atlet-atlet panahan, membuka peluang kejuaraan Jogja Open Archery digelar dua kali setahun. Salah satu pertimbangannya kejuaraan ini mendapat animo yang tinggi dari para peserta. “Kami ingin memberikan tempat bagi atlet-atlet DIJ khususnya, serta atlet nasional untuk berkom-petisi. Karena kejuaraan panahan masih jarang sekali digelar, apalagi yang bersifat nasional,”ujar Panitia Pelaksana Jogja Open Archery Rudi Hartono belum lama ini.Menurut Bidang Perwasitan Pengda Perpani DIJ ini, turnamen panahan di Jogja memang masih jarang digelar. Sehingga atlet kesulitan dalam meng-ukur kemampuan. Sebab, kejuaraan atau turnamen menjadi salah satu cara mengukur kemampuan individu atlet.

Rencananya, pihaknya akan menggelar kejuaraan panahan setidaknya dua kali dalam setahun. Per-tama di pertengahan tahun dengan menggelar tur-namen panahan outdoor dan kedua di akhir tahun dengan menggelar turnamen panahan indoor. Dia yakin, akan banyak atlet dari daerah lain bah-kan mancanegara yang akan ikut berpartisipasi. “Kami ambil waktu di akhir tahun karena musim hujan. Sehingga kejuaraannya indoor,” ujarnya. Penyelenggaraan juga dalam rangka mengajak atlet dari daerah lain untuk berkunjung ke Jogja. Sekaligus berwisata akhir tahun.(dya/din/ong)