KOMUNITAS ini makin sering muncul di berbagai event anak SMA. Mereka sekumpulan pelajar menengah atas yang menggu-nakan instagram sebagai media mengembangkan diri. Ya, mereka adalah Igerssmayk. Berisi anak-anak SMA yang mencintai fotografi, Igerssmayk tampil produktif. Apalagi dengan berbagai tawaran untuk ikut meramaikan event-event SMA di Jogjakarta. Komunitas yang berdiri 18 November 2014 ini sekarang sudah memiliki 93 anggota aktif. “Dulu hanya dimulai oleh be-lasan orang. Tapi sekarang udah menjamur. Apalagi kami juga memberikan apresiasi sama para pelajar yang foto di instagram-nya bagus dengan cara kami repost. Jadi Igerssmayk ini bukan sekadar wadah anggotanya aja tapi untuk semua pelajar penyuka fotografi di Jogjakarta,” terang salah satu founder Igerssmayk, Adit Winas-putra pelajar SMAN 1 Sewon.

grafis-instragram-ekspresi

Seiring waktu, Igerssmayk men-jadi komunitas yang makin sering diperbincangkan. Bahkan para pelajar berlomba memberikan hashtag atau tagar #igerssmayk supaya foto mereka dapat direpost di akun instagram komunitas dengan follower 3.500 tersebut. Bahkan pada 2015, terdapat 30.000 foto yang menggunakan hastag #Igerssmayk. “Setiap hari rata-rata ada 50 foto yang menggunakan hastag #Igerssmayk. Ini menunjukan bahwa kami bisa menggugah semangat temen-temen pelajar untuk produktif berkarya. Teruta-ma di bidang fotografi,” tambah Adit. Menurut Adit ketimbang terlibat tawuran dan menghabiskan masa muda dengan hal-hal negative, lebih baik eksis dengan positif. Meng-gunakan foto-foto kreatif. Bahkan belum lama ini beberapa anggota Igerssmayk diundang menjadi pembicara di seminar salah satu universitas swasta di Jogja.

Raditya Dimas, anggota Igers-smayk dari SMAN 5 Jogja, me-ngatakan keikutsertaan dalam Igerssmayk membuat dirinya dapat bersosialisasi dengan teman baru dari sekolah lain. Hal itu membawa banyak keuntungan. “Bisa tambah ilmu dalam foto-grafi, juga kalau ada temen yang memiliki keterbatasan dalam hal alat, kami bisa saling memin-jamkan,” ungkap Dimas. Kalo kamu pengen joint jadi anggota komunitas fotografer muda kece ini, kamu harus bisa fokus dalam berkarya. Supaya menghasilkan foto keren. “Ada beberapa syarat untuk menerima anggota baru. Pertama kami lihat dari karyanya di Instagram. Fotonya harus unik, kreatif, menarik perhatian. Selain itu juga harus konsisten. Jadi selalu memperbarui atau update karya di instagram secara berkala. Setelah itu biasanya baru kamu tawarin untuk joint,” kata Adit.

Pada 2016, selain akan hadir di berbagai event, Iggersmayk juga menargetkan menerbitkan buku fotografi. “Yuk rame-rame ber-karya dan melihat dunia dengan instagram. Jangan takut capek, jalan-jalan semau kamu, foto objek yang kamu suka. Siapa tahu foto kamu yang selanjutnya nangkring di feed Igersmayk,” tantang Adit. (ata/iwa/ong)