JOGJA – Kekalahan Partai Amanat Nasional (PAN) pada pemilihan wali kota (Pilwali) Jogja 2011 silam masih membekas. Memasuki awal tahun Pilwali Kota Jogja, partai ini pun ber-gegas. PAN bersemangat untuk kem-bali merebut kursi AB 1 di 2016. Untuk mengamankan kursi wali kota yang saat ini diduduki Haryadi Suyuti, partai berlambang matahari ini tengah menggodok bakal calon.

Dyah Suminar, istri mantan Wali Ko-ta Jogja Herry Zudianto masuk ber-sama Arif Noor Hartanto (Inung). Ada juga nama Agung Damar Kusumandaru, Syauqi Suratno, Heroe Poerwadi, dan Hanum Rais (putri Amien Rais). Sekretaris DPD PAN Kota Jogja Rif-ki Listianto mengungkapkan, nama-nama itu kini terus digodok internal. PAN masih mengenalkan nama-nama tersebut ke publik. “Siapa yang ter-kuat, itu yang akan kami usung,” ujar Rifki di sela sosialisasi pilwali di Ke-camatan Mantrijeron, kemarin (4/1).

Meski demikian dia menegaskan, PAN belum bisa memastikan me-ngusung untuk wali kota atau wakil wali kota. Sebab, sesuai perolehan suara di pemilihan legislatif (pileg), PAN tetap harus berkoalisi. “Kami belum jauh ke arah sana. Kami masih fokus mempersiapkan kader untuk maju di pilwali. Soal nanti berpasangan dengan partai lain, kami sangat terbuka,” tandasnya.

Belajar dari pemilihan bupati (Pilbup) 2015 lalu, PAN melihat pemilih sudah semakin cerdas. Artinya, pemilih su-dah menggunakan pertimbangan pemikiran untuk menentukan pilihan, dan tak lagi terkotak-kotak atas nama partai. “Masyarakat sudah cerdas ber-politik. Sekarang, sosok atau figurnya yang lebih dipertimbangkan,” ujarnya.Meski secara tradisi, PAN selalu me-nempatkan kadernya di kursi wali kota, Rifki mengaku, hal tersebut ma-sih sangat cair, termasuk jika harus berpasangan dengan calon incumbent.

Di lain pihak, Wali Kota Haryadi Suyuti yang masih punya kesempatan satu periode lagi menegaskan, belum memikirkan pilwali. Ia mengaku kon-sentrasi yuntuk menyelesaikan masa tugasnya 2011-2016 dengan baik. “Se-lesaikan tugas dengan baik, agar di akhir masa tugas bisa khusnul khati-mah,” kelakarnya.

Di Pilwali 2016 ini, HS memang ber-peluang bercerai dengan pasangannya saat ini, Imam Priyono (IP). Mereka bisa saling bertarung. Jika melihat latar belakang kendaraan politiknya, HS dengan Partai Golkar, sementara IP masih belum tentu dengan PDIP (meski dia kader PDIP). Sebab di partai pemenang pileg itu, dinamika internal masih kuat.PDIP juga memiliki kader unggulan selain IP, seperti Ketua Fraksi PDIP DPRD DIJ Eko Suwanto, anggota DPRD DIJ Chang Wendriyanto, dan sang Ketua DPC PDIP Kota Jogja Danang Rudyatmoko. (eri/laz/ong)