GUNUNGKIDUL – Kegiatan pengajian jamaah Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Pakelrejo, Piyaman, Wonosari, berakhir bentrok. Jamaah MTA dan warga sekitar terlibat aksi saling lempar batu. Beruntung kerusuhan tidak meluas, setelah aparat pe-negak hukum turun tangan.Informasi yang dihimpun Radar Jogja, kejadian itu berlangsung kemarin (4/1). Peristiwa yang sempat menimbulkan korban luka akibat lemparan benda keras, berawal saat jamaah MTA hendak menggelar peng-ajian di TKP sekitar pukul 16.00. Diketahui selama ini warga setempat dengan jamaah pengajian tidak akur. Kemarin warga beramai-ramai menda-tangi lokasi pengajian. Entah siapa yang memulai, aksi lempar batu tidak terhindar-kan.

Salah seorang warga, Salmon Wiba-wanto, berdarah akibat terkena lemparan batu pada bagian pelipis mata. Tidak hanya itu, bangunan yang digunakan untuk ke-giatan pengajian rusak di beberapa bagian.Kaca jendela bagian depan hancur terkena lemparan batu. Selain itu atap rumah juga berlubang di beberapa titik karena lemparan batu. Aksi lempar batu antara kedua pihak baru berakhir setelah aparat kepolisian dari Polres Gunungkidul datang ke lokasi kejadian. “Tadi warga merapat ke lokasi pengajian. Kan selama ini warga sudah menolak ke-giatan MTA karena perizinannya belum lengkap. Tiba-tiba langsung terjadi aksi lempar batu,” kata Salmon.

Pihak kepolisian, kodim dan pemerintah Kecamatan Wonosari kemudian melakukan mediasi dengan pengurus MTA. Dalam me-diasi, disepakati kegiatan pengajian MTA sementara dihentikan dan seluruh jamaah diminta untuk meninggalkan lokasi kejadian.Camat Wonosari Iswandoyo mengung-kapkan permasalahan penolakan warga terhadap kegiatan MTA akan dibicarakan lebih lanjut. Rencananya, warga, pengurus MTA, tokoh masyarakat, kepolisian, TNI dan pemerintah akan melakukan perte-muan pada 13 Januari mendatang. “Untuk sementara kegiatan pengajian di-hentikan hingga MTA clear dengan warga,” ucapnya. Menurut Iswandoyo, konflik ini muncul karena masih ada beberapa hal yang belum dikomunikasikan oleh pengurus MTA kepada warga. Untuk itu, pemerintah keca-matan meminta kepada pengurus MTA melakukan pendekatan dengan warga, se-hingga bisa ada titik temu. (gun/laz/ong)