MAGELANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Magelang membantah memotong dana tali asih pada 207 atlet dan pelatih berprestasi dalam Porwil Dulongmas ke-3 Agustus 2015. Pengurus KONI menegaskan, po-tongan sebesar 6 persen pada tiap penerima bonus tersebut murni untuk pembayaran pajak. “Pajak itu yang menentukan bukan KONI, tetapi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Magelang. Kami jamin, tidak ada satu sen pun masuk ke KONI,” kata Anggota Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Kota Magelang Ali Sungkar kemarin (4/1).

Ali meneruskan, terkait besaran 6 persen yang dibebankan pada atlet dan pelatih berprestasi ter-sebut, sudah menjadi ketetapan KPP Pratama Magelang. Pihaknya tinggal membayarkan dan me nerima bukti pembayarannya. “Aturan tetap kami pegang. Dana yang diambil dari atlet, kemudian kami bayarkan dan nanti mereka juga akan menerima buktinya. Kalaupun ada sisa, nanti pasti di-kembalikan ke negara,” paparnya.

Hanya saja, ia tak membeberkan secara jelas dasar yang dipakai untuk pemotongan pajak sebesar 6 persen tersebut. Ia juga me nampik, KONI pernah memberikan janji memberikan bonus tanpa potongan pajak, sebelum Porwil Dulongmas ke-3 digelar. “Tanpa potongan itu maksudnya tidak lewat orang lain. Supaya tidak ada potong-potongan di jalan. Makanya, langsung ke pe-nerimanya. Sedangkan pajak itu kan masalah berbeda, itu sifatnya wajib,” tegasnya.

Ditambahkan Ali, pihaknya selalu terbuka pada siapa saja yang merasa tidak terima terkait pencairan bonus atlet dan pelatih berprestasi ter-sebut. Apalagi, KONI merasa tidak pernah mempersulit soal pen cairan bonus. “Kami welcome dengan siapapun. Yang ragu silakan datang ke KONI. Nanti kami berikan kuitansi bukti pembayaran pajaknya,” tegasnya.Terkait penangguhan pencairan 10 atlet berprestasi yang memiliki KTP luar Magelang, lanjut Ali, saat ini KONI masih memperjuangkan-nya. Beberapa tahapan sudah di-lakukan. Sekarang, tinggal me nunggu kelengkapan persyaratan para atlet yang bersangkutan. “Akhirnya atlet dan pelatih yang berhak mendapatkan bonus, tetap mendapatkannya. Kami masih cari jalannya agar yang 10 atlet ini tetap mendapatkan bonus,” jelasnya.

Sebelumnya, ratusan atlet dan pelatih diberikan dana tali asih dari KONI dan Disporabudpar sesuai raihan medali saat Porwil Dulong-mas Agustus 2015. Namun, dana yang dicairkan melalui rekening Bank Jateng Cabang Magelang tak utuh 100 persen, lantaran ada pemotongan pajak.Hal tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pelatih cabang olahraga (cabor) di Kota Magelang. Mereka mempertanyakan, kapasitas pajak 6 persen yang dirasa tak sesuai janji KONI. “Saya hanya minta konsistensi KONI, karena mereka janji tidak memotong bonus sebelum Porwil Dulongmas digelar,” kritik Ketua Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Magelang Adi Prayitno. (dem/hes/ong)