Jadikan PON 2016 Jawa Barat Ajang Pembuktiannya

Posturnya yang terbilang kecil tidak mengendurkan semangat Uly Dwi Ikhtiar untuk menekuni olahraga taekwondo. Apa yang membuat atlet muda potensial DIJ ini menekuni olahraga beladiri ini?
DEWI SARMUDYAHSARI, Jogja
DILIHAT dari posturnya, Uly memang tidak sesangar jajaran atlet taekwondo lainnya. Kondisi fisik yang beda itu juga tak menyurutkan semangatnya untuk serius menekuni olahraga ini.Tetap fokus dan disiplin berlatih membuatnya terpilih untuk menjadi salah satu atlet yang mewakili DIJ di ajang Pra-PON taekwondo November 2015 lalu. Tekad yang kuat menggiring atlet yang masih berusia 16 tahun ini berhasil lolos ke PON 2016 dengan menembus delapan besar peringkat nasional. “Dari kecil memang ingin jadi atlet, tapi pengen yang beda. Dan ketemu-lah dengan taekwondo, setelah ikut latihan akhirnya aku ingin fokus,” ujar atlet kelahiran 10 Juli 1999 ini.Nah, berbekal prestasi di kejuaraan nasional dan Porda 2015 sebagai jua-ra, Uly dipanggil untuk memperkuat tim taekwondo DIJ.

Konsekuensinya jelas dilakoni Uly dengan konsisten, yakni jam latihan yang bertambah. Sebelum mengikuti pelatda Pra PON, atlet muda ini hanya berlatih sekitar 2 jam sehari. Namun, ketika pelatda mulai berjalan, porsi latihan pun di-tambah menjadi 3 hingga 4 jam se-hari. Latihan pun ditekuni setiap hari, kecuali Senin dan Sabtu.Baginya, memiliki postur kecil bukan menjadi kendala untuk menekuni olehraga beladiri keras ini. Untuk itu, dirinya memilih fokus mendalami dan mempelajari detail poomsae atau seni gerak taekwondo. “Orangtua juga tidak khawatir. Mereka justru mendukung seratus persen,”ujar siswi SMK N 1 Godean ini.

Sebelum berangkat memperkuat tim taekwondo ke ajang Pra-PON, atlet taekwondo yang turun di kelas poomsae perorangan putri ini tidak memiliki target apa-apa. Dia hanya menargetkan lolos ke PON 2016. Terlebih lagi, kesempatan pertama kali baginya untuk tampil di ajang kejuaraan bergengsi nasional. “Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempa-tan ini,”ujar atlet pemusatan atlet berbakat (PAB) DIJ ini.Meski belum bisa menembus empat besar dan harus mengikuti puslatda mandiri yang diadakan Pengda TI, dirinya ingin memberikan yang terbaik. “Saya ingin memberikan yang terbaik bagi Jogjakarta,” ujarnya yang bercita-cita me-nyandang predikat atlet na-sional ini.(din/ong)