HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
NASIB NELAYAN: Sejumlah nelayan Kulonprogo sementara masih mendaratkan perahunya di bawah jembatan sisi utara Pelabuhan Tanjung Adikarto.
KULONPROGO – Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo berharap Pelabuhan Tan-jung Adikarta bisa beroperasi Februari 2016. Kendati muara pintu masuk pelabuhan saat ini masih terjadi pendangkalan. “Sesuai janji Pak Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIJ, bulan Februari besok pelabuhan sudah mulai dioperasikan. Karena dijanjikan, maka saya akan me-nagih janji beliau,” ucapnya kemarin (4/1).

Hasto menegaskan, proses pembangunan pelabuhan Tanjung Adikarto sudah ber-langsung cukup lama. Berbagai fasilitas seperti gedung dan infrastruktur lainnya sudah siap. Kolam dermaga parkir kapal juga sudah dikeruk. “Kalaupun terjadi pendangkalan di pintu masuk muara pelabuhan, saya kira tidak menjadi masalah. Kan sesuai pera-turan proyek, pengerukan masih dalam masa pemeliharaan enam bulan,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kulonpro-go Akhid Nuryati juga menyatakan, seharusnya pelabuhan memang se-gera difungsikan. “Sebaiknya memang segera difungsikan, kalaupun nanti ada kendala dapat diatasi sambil jalan. Ka-lau tidak difungsikan justru tidak bisa diketahui di mana kekurangannya,” ucapnya.

Menurut Akhid, masukan dan pendapat dari masyarakat Karangwuni di mana juga ia tinggal, break water atau fisik pe-mecah gelombang memang kurang tepat teknologinya. Karena hanya diletakkan begitu saja. Selain itu, kawat logam bisa rusak sewaktu waktu.Supi, 50, warga Karangwuni menga-mini. Ia berharap pelabuhan bisa se-gera dioperasikan dan bisa digunakan untuk mendarat kapal-kapal pencari ikan, dan warga atau nelayan bisa berjualan di sini. “Karena sumber penghidupan saya tinggal jualan ini. Tanah kami sudah dibebaskan untuk pelabuhan ini, saya berencana akan berjualan makanan dan minuman di dekat dermaga,” terangnya. (tom/laz/ong)