RADAR JOGJA FILE
DEMI KEMANUSIAAN: Sejumlah anggota SAR melakukan latihan intensif untuk mempersiapkan diri memberikan bantuan secara maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan di segala situasi.
BANTUL – Setelah berencana memperpanjang kontrak dan menambah honorarium, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul juga tengah mem-persiapkan kajian perubahan fungsi dan struktur organisasi tim search and rescue (SAR). Itu dilakukan agar seluruh per-sonel tim SAR benar-benar men-dapatkan hak yang layak atas dedikasi mereka selama ini.Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengakui, peran dan tanggung-jawab tim SAR dalam memberi-kan kenyamanan para wisatawan tidak dapat dipandang sebelah mata.

Dedikasi 92 personel tim SAR tidak sebanding dengan pen-dapatan yang mereka peroleh. BPBD sendiri sebenarnya ber-niat meningkatkan kesejahteraan seluruh personel tim SAR. Tetapi, keinginan ini terkendala minimnya anggaran. “Makanya kami memper-timbangkan bagaimana bila hono-rarium personel SAR diambilkan dari retribusi (tiket masuk objek pariwisata) atau pihak swasta yang mengambil keuntungan di pantai selatan,” terang Dwi, kemarin (4/12).

Gagasan ini, pernah dikomuni-kasikan dengan Komisi A DPRD Bantul. Komisi yang membidangi kebencanaan ini pun mengapre-siasi dan mendukung gagasan peningkatan kesejahteraan per-sonel tim SAR. Hanya saja, mem-butuhkan proses yang cukup panjang untuk merealisasikannya. “Paling tidak dibutuhkan perda baru jika honor SAR diambilkan dari retribusi atau pihak swasta,” ujarnya.Jika gagasan tersebut terealisasi, Dwi berangan-angan peran dan tanggungjawab personel tim SAR nantinya seperti penjaga pantai di objek pariwisata di Kebumen, dan Pangandaran. “Namanya life guard. Jadi mereka benar-benar bisa fokus memantau wisatawan,” ungkapnya.

Ketua Komisi A DPRD Bantul Amir Syarifudin mengungkapkan hal senada. Politikus PKS ini me-negaskan, mendorong penuh pe-ningkatan kesejahteraan seluruh personel tim SAR. “Tetapi, kalau honor mereka dibebankan kepada APBD kan berat,” tandasnya.Karena itu, dibutuhkan solusi al-ternatif yang tepat atas persoalan ini. Salah satu solusi yang kini tengah dikaji komisi A adalah mengambilkan honorarium per-sonel tim SAR dari retribusi pari-wisata. “Karena peran tim SAR selama ini juga sangat vital atas keselamatan para wisatawan,” tambahnya. (zam/din/ong)