ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
KENA HUKUMAN: Sebanyak 21 siswa diamankan Polres Magelang.√ Mereka ditangkap karena akan melakukan aksi tawuran di Blondo, Kecamatan Mungkid. Sebagian lainnya berhasil melarikan diri
MUNGKID – Sebanyak 21 siswa diamankan Polres Magelang. Mereka diduga akan melakukan aksi tawuran di sekitar Blondo, Kecamatan Mungkid. Para siswa tersebut bersekolah di SMK Adipura Kota Magelang. Sedangkan empat siswa lainnya merupakan siswa SMP.Para siswa tersebut diamankan ke Markas Komando Polres Mage-lang Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid. Mereka didata dan dibina petugas. Kasat Shabara Polres Magelang AKP Joko Heru mengatakan, para pelajar diamankan saat berada di kawasan Blondo.

Saat polisi datang, mereka kabur. Petugas melakukan penyisiran hingga berhasil me-ngamankan para pelajar tersebut. “Pada awal masuk sekolah, ini kejadian pertama. Kemudian pada Desember lalu, pernah ada kasus tawuran saat penerimaan rapor. Kami undang guru masing-masing siswa. Kami lakukan pem-binaan,” kata Joko kemarin (4/1).

Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho mengatakan, guru SMK Adipura dan SMK Nurul Iman di Gunungpring, Muntilan diundang dan dipertemukan di Mapolres Magelang. Siswa kedua sekolah tersebut diduga akan melangsung-kan tawuran. Polisi merencanakan mengundang kedua belah pihak untuk diajak bermusyawarah. “Ke depan, kami akan membuat acara untuk mempertemukan ke-dua belah pihak supaya islah,” jelasnya.

Salah satu siswa SMK Adipura AG mengaku dari sekolah naik truk menuju ke rumah temannya di kawasan Blondo. Saat itu, tiba-tiba diserang pelajar SMK Nurul Iman. Setelah Polisi tiba, pelajar SMK Nurul Iman kabur dengan sepeda motor. Sedangkan ia bersama teman-temannya berlarian. Namun berhasil ditangkap petugas. “Latarbelakangnya saat liburan kemarin saling ejek di media so-sial. Kami nggak terima diejek seperti itu,” ungkap siswa tersebut. (ady/hes/ong)