DITEMUKAN: Korban Tri Wahyudi, 14, siswa salah satu SMP di Lendah saat dievakuasi tim SAR Gabungan dari Sungai Progo dalam kondisi sudah meninggal dunia, kemarin (4/1).
KULONPROGO – Tri Wahyudi, 14, warga Jekeling, Sidorejo, Lendah, Kulonprogo, ditemukan meninggal dunia di bantaran Sungai Progo, ke-marin (4/1) pukul 09.45 WIB. Sebe-lumnya, korban sempat dikabarkan hilang tenggelam saat mandi ber-sama dua temannya di sungai itu.Berdasarkan informasi, kejadian bermula ketika korban mandi ber-sama Agus Widodo, 13, dan Agus Santoso, 8, di Sungai Progo, tepatnya di Pedukuhan Mirisewu, Ngentakre-jo, Lendah, Minggu (3/1) siang. Keti-ganya tenggelam dan hanyut terseret arus Sungai Progo yang cukup deras.Mereka sempat ditolong penambang pasir yang kebetulan berada di de-kat lokasi kejadian. Korban Agus Widodo dan Agus Santoso berhasil diselamatkan, namun Tri Wahyudi hanyut dan hilang. Peristiwa itu langsung diketahui warga yang se-gera membantu melakukan proses pencarian.

Tim SAR gabungan dari Basarnas DIJ, Kulonprogo dan Bantul, relawan PMI dan Polairud juga langsung turun begitu mendapat informasi. Jasad korban yang masih tercatat sebagi siswa salah satu SMP di Len-dah itu, akhirnya berhasil ditemukan Senin (4/1) sekitar pukul 09.45 WIB.Korban sempat terseret arus sejauh 1,5 kilometer dari titik pertama kor-ban tenggelam. Saat ditemukan, korban sudah meningal dunia dalam posisi tertelungkup agak di tengah dan mengambang tersangkut batu. Kondisinya sudah kaku dan terdapat sejumlah luka di tubuhnya. “Ada luka pada telinga, mata serta mulut, diduga menjadi sasaran ke-piting atau ikan yang ada di Sungai Progo,” terang anggota Tim SAR PMI Bantul Febriana, 30, di sela proses evakuasi korban.

Dijelaskan Febriana, korban kali pertama ditemukan tim SAR di tengah sungai mirip bongkahan batu. Se-telah didekati ternyata benda yang menyerupai batu itu tubuh korban, kemudian langsung dipinggirkan bersama-sama. “Setelah dipastikan benar itu tubuh korban langsung kita angkat ke pinggir menggunakan rakit pengangkut pasir. Jasad korban kemudian dibawa ambulans milik PMI ke rumah duka untuk diserah-kan kepada pihak keluarga,” jelasnya.Ibu korban, Sawijah, 43, menutur-kan, tidak ada firasat apapun ter-kait kepergian anak kesayangannya Hanya belakangan memang kerap tidak menuruti kata-katanya. Ia juga sempat membelikan sepeda dan handphone sesuai permintaan sang anak. (tom/laz/ong)